Orang Pendek (Bunian) -Makhluk Hominid mini dari Sumatera

Orang pendek adalah makhluk cryptozoology paling termashyur di Indonesia. Konon menurut para saksi ia memiliki tubuh seperti kera, namun berjalan seperti manusia. Berbeda dengan Bigfoot di Amerika, maka Orang Pendek benar-benar sesuai dengan namanya. Makhluk ini hanya memiliki tinggi kurang dari satu meter.

Orang Pendek adalah makhluk cryptozoolgy yang dipercaya hidup tersebar di beberapa wilayah Sumatera seperti Bengkulu, Palembang dan Jambi. Nama-nama lain yang sering diasosiasikan dengan Orang Pendek antara lain : Atu Pendek, Orang Bunian, Ijaoe, Sedabo, Sedapa, Sindai, Uhang Pandak, Orang Letjo dan Orang Gugu. Makhluk ini memiliki tinggi hanya sekitar 70 cm, diselubungi oleh bulu gelap. Namun wajahnya relatif tidak diselimuti bulu. Kadang-kadang para saksi mendengar suara-suara aneh yang keluar dari mulutnya.Mulanya banyak peneliti yang menduga bahwa makhluk ini sesungguhnya adalah seekor kera atau siamang. Namun deskripsi para saksi mengenai perilaku dan cara berjalannya tidak sesuai dengan perilaku kera atau siamang. Lagipula, jejak-jejak kaki yang ditemukan menunjukkan bahwa makhluk ini tidak tergolong kedalam primata yang sudah dikenal.

Ahli Cryptozoology W Osman Hill percaya bahwa Orang Pendek masih memiliki hubungan dengan Homo Erectus dari jawa. Peneliti lain menghubungkannya dengan hobbit dari Flores. Sedangkan penduduk lokal Sumatera percaya bahwa Orang Pendek adalah makhluk yang ramah, yang hanya menyerang hewan-hewan kecil untuk makanan. Karena itu mereka menerima keberadaan makhluk ini dengan toleransi.

Legenda Orang pendek mulai terdengar sejak awal abad 20. Pada tanggal 21 Agustus 1915, Edward Jacobson menemukan sekumpulan jejak misterius di tepi danau Bento, di tenggara gunung Kerinci, Propinsi Jambi. Pemandunya yang bernama Mat Getoep mengatakan bahwa jejak sepanjang 5 inci tersebut adalah milik Orang Pendek.Pada Desember 1917, seorang manajer perkebunan bernama Oostingh berjumpa dengan Orang Pendek di sebuah hutan dekat Bukit Kaba. Ketika makhluk itu melihatnya, ia bangkit berdiri lalu dengan tenang berjalan beberapa meter dan kemudian naik ke pohon dan menghilang.

Bukan hanya di Kerinci, penampakan makhluk ini juga sempat dilaporkan di wilayah Palembang. Seorang Belanda yang bernama Van Herwaarden menceritakan bahwa ia melihat Orang Pendek di sebuah pohon di utara Palembang pada Oktober 1923. Pertama, Herwaarden bermaksud menembaknya, namun kemudian ia melihat makhluk itu sangat mirip dengan manusia sehingga ia memutuskan untuk membiarkannya. Pengalamannya dipublikasikan di majalah Tropical Nature no.13 yang terbit tahun 1924.

Pada tahun 1924 juga, museum nasional Bogor menerima cetakan jejak yang dipercaya sebagai milik orang pendek, namun akhirnya museum berhasil mengidentifikasi bahwa jejak tersebut adalah milik beruang Melayu yang diketahui kadang memang berdiri dengan dua kaki. Para ilmuwan yang skeptis kemudian menulis keraguan mereka akan keberadaan Orang pendek.

Beberapa tahun kemudian, Museum kembali menerima bangkai yang dipercaya sebagai Orang Pendek. Penemuan ini sempat menjadi headline selama 2 hari karena adanya hadiah yang ditawarkan untuk penemuan bangkai Orang Pendek. Namun kemudian ketahuan ternyata bangkai tersebut adalah milik seekor kera yang dimodifikasi oleh penduduk lokal yang ingin mendapat hadiah.

Minat sains terhadap Orang pendek mulai padam sejak saat itu.

Namun makhluk ini kembali mulai mendapat status internasionalnya pada tahun 1989 ketika seorang penulis Inggris bernama Deborah Martyr menemukan jejak-jejak Orang Pendek di barat daya Sumatera. Jejak-jejak tersebut setara dengan jejak anak kecil berusia 7 tahun. Ia lalu mencetak jejak tersebut dengan gips dan mengirimnya ke badan pemerintahan yang mengurus taman nasional, namun kemudian cetakan itu hilang.Setelah 5 tahun meneliti, Martyr akhirnya melihat sendiri Orang Pendek di wilayah gunung Kerinci pada 30 September 1994. Makhluk itu terlihat sedang berjalan dengan tenang dengan dua kakinya. Setelah jarak beberapa puluh meter, makhluk itu berhenti sebentar, menoleh ke Martyr, lalu menghilang ke dalam hutan. Sejak penampakan itu, Martyr masih menjumpai makhluk itu dua kali.

Luar biasanya, walaupun Orang Pendek umumnya berhabitat di Kerinci, propinsi jambi, namun penampakan makhluk ini terjadi di hampir seluruh Sumatera.

Pada tahun 1995 ketika gempa besar melanda Liwa, Lampung, beberapa penduduk lokal menyampaikan kepada para pekerja asing bahwa mereka menyaksikan Orang Pendek keluar dari hutan, mungkin takut akibat gempa besar tersebut.

Para peneliti kemudian mulai mendapat kemajuan ketika pada tahun 2001, sekelompok tim ekspedisi amatir dari Inggris yang dipimpin oleh Adam Davies menemukan sekumpulan jejak yang dipercaya milik Orang pendek.Cetakan jejak kaki tersebut dikirim ke Cambridge untuk dianalisa dan hasilnya jejak tersebut adalah miliki seekor kera dengan campuran karakter gibon, orangutan, simpanse dan manusia.

Dengan adanya segudang laporan penampakan dan contoh rambut serta cetakan jejak kaki, pada September 2009 ini, sekelompok tim peneliti dari Inggris yang bernama Centre for Fortean Zoology (CFZ) berangkat menuju Kerinci untuk mencari keberadaan Orang Pendek.

Tanggal 1 Oktober 2009, Tim tersebut masih berada di Kerinci. Tujuan mereka jelas. membawa bukti yang lebih kuat dan meyakinkan mengenai keberadaan Orang Pendek.

Tim yang terdiri dari empat orang ini akan dibantu oleh suku pedalaman setempat (suku kubu) untuk mencari keberadaan makhluk ini. Kepala suku dan banyak dari anggota suku ini telah menyaksikan keberadaan Orang Pendek dengan mata kepala mereka sendiri.

Tim ini berangkat pada awal September 2009. Pada pertengahan September, mereka melaporkan bahwa mereka telah menemukan jejak kaki yang diyakini sebagai milik Orang Pendek. Bahkan dua anggota tim, Dave Archer dan Sahar Didmus mengaku melihat Orang pendek dengan mata kepala sendiri. Menurut mereka, makhluk itu awalnya bersembunyi di belakang pohon, lalu kemudian tiba-tiba berlari dengan dua kakinya masuk lebih dalam ke hutan. menurut Dave, Orang pendek memang memiliki kemiripan dengan simpanse. Bedanya makhluk ini berjalan dengan dua kaki seperti manusia.

Foto berikut dikirim oleh anggota tim sebagai bukti keberadaan makhluk misterius ini.


Dengan adanya perkembangan terbaru gempa di Sumatera yang terjadi pada tanggal 30 November dan 1 Oktober kemarin, Apakah Orang Pendek akan menampakkan dirinya kembali ?

Windows 9 akan hadir pada April 2015

daad

Microsoft dikabarkan menargetkan peluncuran Windows 9 pada April 2015 untuk sistem operasi sekuel ke Windows 8.1 , nama kode ‘ Threshold ‘ . Menurut Paul Thurrott , Microsoft berusaha untuk menempatkan kekurang yang fantastis peluncuran Windows 8.1 di balik itu dengan memanggil OS Windows 9 , dan meskipun belum memasuki tahap pembangunan, perusahaan telah mulai merencanakan ke depan .

Pada bulan April tahun 2014, yang hanya beberapa bulan lagi , Microsoft akan mengadakan konferensi BUILD tahunan dan itu dikabarkan bahwa visi jangka panjang perusahaan akan dipresentasikan pada acara itu . Hal ini akan meliputi pertama melihat apa yang Microsoft telah merencanakan untuk Windows 9, di samping lebih banyak barang pada Windows Phone dan Xbox .

Mengatasi kritik seputar Windows 8 akan menjadi fokus utama dari Windows 9 , dan OS ini diharapkan dapat membawa ” Metro 2.0 ” , update besar untuk bahasa desain yang digunakan dari Windows 8 dan seterusnya diatur untuk memperbaiki masalah . Seperti diberitakan sebelumnya, pembaruan ini dapat memperkenalkan fitur yang memungkinkan aplikasi Metro gaya yang akan berjalan di desktop seperti windows mengambang , bukan hanya aplikasi layar penuh .

Menu Start juga dapat kembali di Windows 9 ‘ Threshold ‘ , atau bahkan lebih awal di kedua ‘ Update 2 ‘ untuk Windows 8.1 . ‘ Threshold ‘ update juga harus datang ke Windows Phone dan Xbox , tapi itu tidak akan selalu membawa gabungan akhirnya Windows RT dan Windows Phone .

Saat ini Microsoft sedang mengerjakan ‘Update 1 ‘ untuk Windows 8.1 , yang pada dasarnya adalah paket layanan gratis yang kemungkinan akan debut pada April 2014 bersama Windows Phone 8.1 .Perkembangan kedua OS hampir selesai , sehingga tidak boleh terlalu lama sebelum kita akan mendapatkan tangan kami pada update untuk platform utama Microsoft .

Cara Aktivasi Windows 8.1 Permanent Terbaru

Windows 8.1 telah release resmi ke publik! Dan mungkin diantara sobat blogger ada yang sudah memakainya tapi masih bingung dengan cara aktivasi windows 8.1? Windows 8.1 sebenarnya bisa diaktivasi dengan SN melalui internet / Phone skype. Tetapi sejak 25 Oktober 2013 Microsoft telah memblokir aktivasi via Skype untuk Windows 8.1 dengan KEY MAK yang limit = 0Satu satunya cara adalah menggunakan SN Retail. Karena masalah ini admin menerima banjir SMS bagaiman solusi aktivasi terbaik untuk Windows 8.1. Setelah melakukan beberapa kali Test dan akhirnya berhasil untuk Windows 8.1 Pro WMC aktivasi secara Permanent Genuine via Phone / Skype.
Tutorial ini dibuat bagi Anda yang memiliki SN Pro WMC Valid yang dulu pernah di dapat saat  Windows 8 baru muncul, tetapi tidak bisa menggunakanya di karenakan Microsoft memblokir “add features WMC” jika Windows Pro belum di aktifkan. Nah disini Admin mencoba share bagaimana cara bypass agar Anda yang memiliki SN Pro WMC Valid bisa menggunakanya tanpa harus aktivasi Windows Pro.
Bagi Anda yang memiliki SN Pro Valid sebaiknya tidak usah mengikuti tutorial ini, karena bisa langsung aktivasi phone skype.

Download KEY Windows XP, 7, 8, 8.1 dan Office 2013 UPDATE

Persiapan awal, PC Anda TIDAK BOLEH terkoneksi Internet
1
1. Pastikan Anda sudah menginstall Windows 8.1
2. Jika Anda pernah aktivasi dengan KMS (180 hari) ganti KEY dulu di slui 3 dengan KEY ini
Windows 8.1 Core : PNX6G-MYY28-T94KV-X8GC9-YDR9Q
Windows 8.1 Pro   : HVMN3-7XHVG-Y4M4Q-C9G6F-VMGTM
3. Jika Windows Anda masih versi Windows 8.1 Core / Pro maka, “add Features menjadi Pro WMC” terlebih dahulu Tanpa Harus Aktivasi Windows 8.1 Pro, dengan KEY dibawah ini :
Key ini Hanya untuk add Features, dan Bukan untuk Aktivasi (pilih salah satu saja)

4Q9NK-33Y7Y-FGWWX-23VBW-W4YQJ
P3DNP-JYJRP-B8MQR-HHXMR-CRYQJ
XYP6N-XVKQJ-3C4FC-4RF2F-PPKT8
K6NGM-8YVKG-HDFFF-PVD7T-WW8XW
JPNQF-MRTY9-6CTDF-79384-VMFDJ

Jika masih bingung bagaimana cara add features WMC ada DISINI.

Note : 
Jika saat add Pro WMC terjadi error dan tidak restart otomatis, maka di restart manual saja.
Jika sudah terlanjur add Pro WMC dengan SN yang bukan di atas, maka replace dulu folder SPP

Replace folder SPP di C:\Windows\System32\spp
Download SPP

2

5. Sekarang masuk ke SLUI 3 ganti dengan SN / KEY Pro WMC Anda yang valid.
3

6. Masukkan SN / KEY, jika ada error biarkan saja

Contoh Admin dengan SN : XXXXX-XXXXX-XXXXX-XXXXX-V49WD

Jika Anda tidak memiliki SN, Anda bisa membeli ke Microsoft via Reseller terdekat di kota Anda.

Atau Anda bisa memesan ke Admin  blog via SMS ke  089680683492 atau085697851385.

Contoh Testing KEY WMC Free : X6PJH-W2WGX-K6FYN-B7RHF-JHRFQ, jika Anda sudah berhasil mengganti berarti Anda sudah bisa Aktivasi Permanent via Phone / skype.
12

6. Pastikan Anda success mengganti SN / KEY. Pastikan 5 DIGIT KEY terakhir sama dengan KEY yang Anda Masukkan tadi.
Untuk mengeceknya silakan masuk ke CMD as Administrator ketik slmgr /dlv, lalu Enter
18

7. Sekarang, masuk ke PC Info, Klik Activate Windows, atau Anda bisa langsung ke SLUI 4
13

8. Aktivasi Windows by Phone
14

8. Telpn menggunakan Phone /skype
15

10. Masukkan ID konfirmasi dari Microsoft
16

11. Selesai
17

12. Selamat, Anda telah berhasil menyelesaikan Aktivasi Produk Microsoft
15

Stonehenge – Sejarah dan Bagaimana monumen ini dibangun?

Di lokasi situs purba Wiltshire, Inggris, terdapat sebuah monumen misterius yang sejak lama menjadi objek perdebatan dan kontroversi. Monumen yang disebut stonehenge itu terdiri dari batu-batu raksasa yang disusun dengan rapi. Bagaimana monumen ini dibangun? Oleh siapa? dan untuk apa? Benarkah monumen ini dibangun oleh kaum raksasa atau alien?

Apa yang membuat monumen ini begitu membingungkan adalah kenyataan kalau monumen ini didirikan oleh sebuah kebudayaan yang tidak memiliki catatan-catatan sejarah. Ini menambah aspek kemisteriusan dari Stonehenge itu sendiri.

Monumen Stonehenge yang memiliki diameter sekitar 90 meter ini terletak diWiltshire, 13 kilometer dari Salisbury. Monumen ini adalah salah satu monumen megalitik yang paling ternama di dunia. Beberapa penulis percaya kalau monumen ini dibangun oleh para alien, yang lain percaya kalau monumen ini dibangun dengan kekuatan supranatural. Menurut mereka, mustahil manusia masa lampau dengan teknologi purbanya mampu membangun monumen yang sedemikian besar dan rumit.

Benarkah demikian? Bisakah kita menduplikasi pembangunan monumen sejenis ini dengan teknologi seadanya?

Pada tulisan ini, saya akan menceritakan sejarah singkat Stonehenge dan teori baru mengenai tujuan pendirian dan cara konstruksinya. Paling tidak, ada pandangan alternatif selain teori supranatural atau alien.

Sejarah pembuatan Stonehenge
Walaupun ada beberapa teori yang bervariasi, para arkeolog umumnya sepakat kalau monumen ini pertama kali didirikan pada tahun 3.500 SM dalam beberapa fase.

Pada tahun 3.500 SM, masyarakat semi nomadik yang disebut Windmill Hill people (3.500 – 2.600 SM) yang mendiami wilayah Salisbury mulai membangun monumen tersebut. Konstruksi awalnya dimulai dengan membuat 56 lubang yang membentuk formasi lingkaran. Lubang ini kemudian diberi nama Aubrey Hole karena ditemukan pertama kali oleh John Aubrey. Lalu, batu pertama yang disebut Heel Stone setinggi 4,9 meter diletakkan di pintu masuk formasi tersebut.

Beberapa ratus tahun kemudian, masyarakat Beaker (2.600 – 2.510 SM) membawa 80 blok batu bluestone yang masing-masing memiliki berat sekitar 4 ton dari sebuah pertambangan di gunung Prescelly yang jaraknya sekitar 240 mil. 80 blok batu yang disebut megalith ini kemudian disusun sehingga membentuk dua lingkaran konsentris.

Sebagai informasi, yang disebut bluestone disini tidak merujuk kepada istilah geologi. Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada batu-batuan asing yang bukan berasal dari lokasi tersebut. Dalam kasus Stonehenge, batuan bluestone yang digunakan adalah dari jenis Preseli Spotted Dolerite yang lebih keras dari batu granit.

Setelah penyusunan bluestone, pembangunan bagian luar monumen mulai dikerjakan oleh Wessex People (2.600 – 2.510 SM). Kali ini, para arsitek tersebut menggunakan 30 batu raksasa. Batu-batu yang disebut Sarsen ini memiliki berat masing-masing sekitar 25 ton dengan tinggi sekitar 4 meter dan diperkirakan dibawa dari Marlborough Downs yang jaraknya sekitar 20 mil dari lokasi.

Pertanyaaannya adalah bagaimana cara mereka membawa batu sebesar itu dari jarak yang cukup jauh? Lalu, jika mereka berhasil membawanya, bagaimana cara mereka menegakkan batu tersebut dan menumpuknya?

Namun sebelum kita masuk ke situ, mari kita lihat beberapa teori mengenai siapa yang membangunnya dan untuk tujuan apa monumen ini dibangun.

Teori Merlin
Pada abad ke-12, sejarawan Inggris bernama Geoffrey of Monmouth menulis sebuah buku berjudul “Historia Regum Britanniae” (Sejarah raja-raja Inggris). Pada buku itu ia menyajikan legenda raja Arthur yang termashyur dan penjelasan mengenai bagaimana Stonehenge dibuat pertama kali. Menurut Geoffrey, bluestone yang digunakan untuk membangun stonehenge sesungguhnya berasal dari Afrika dimana para raksasa yang hidup pada masa lampau menjaga batu-batuan tersebut karena kemampuan penyembuhan yang dimilikinya.

Para raksasa tersebut kemudian membawa batu-batuan itu menuju gunung misterius Killaraus di Irlandia dimana mereka menyusunnya menjadi lingkaran raksasa. Jadi, disanalah batu-batuan itu berada untuk beberapa lama.

Ketika raja Inggris yang bernama Aurelius Ambrosius ingin membuat tugu peringatan bagi perajurit-perajuritnya yang gugur, penyihir Merlin menyarankannya untuk menggunakan batu-batu tersebut. Usul itu disetujui, lalu Merlin menggunakan kekuatan sihirnya dan memindahkan batu-batu tersebut serta membawanya ke Salisbury lewat laut.

Teori ini menggabungkan aspek legenda Inggris dengan kekuatan supranatural Merlin sang penyihir. Walaupun menarik, namun para peneliti tidak pernah menganggap serius teori ini.

Kuil bangsa Romawi
Pada tahun 1620, seorang arsitek Inggris eksentrik bernama Inigo Jonesdiperintahkan oleh raja Inggris, James I, untuk mendokumentasikan struktur dan sejarah Stonehenge. Pada tahun 1655, tiga tahun setelah kematian Jones, menantunya yang bernama John Webb mempublikasikan sebuah buku berjudul “Remarkable Antiquity of Great Britain, Vulgarly called Stone-Heng, Restored”.Buku ini disebutnya berasal dari catatan dokumentasi yang diwariskan oleh Inigo Jones.

Dalam buku itu disebutkan kalau Stonehenge sesungguhnya adalah sebuah kuil gaya Tuscan yang didirikan oleh bangsa Romawi pada saat penjajahan mereka di Inggris pada abad ke-1 hingga abad ke-5. Kuil ini disebutnya untuk menghormati Coelus, salah satu dewa bangsa Romawi.

Namun, teori ini segera mendapat sanggahan dari banyak penulis lainnya karena umur monumen yang dipercaya jauh melampaui masa penjajahan Romawi di Inggris.

Tempat pemujaan kaum Druid
Teori menarik lain datang dari Dr.William Stukley, seorang dokter yang merangkap sebagai peneliti reruntuhan kuno. Dr.Stukley juga merupakan salah satu anggota Freemason Inggris yang ternama. Pada tahun 1740, ia menerbitkan sebuah buku yang berusaha menjelaskan asal-usul Stonehenge.

Menurutnya, pada tahun 460 SM, Inggris didatangi oleh sejumlah peziarah dari Timur tengah, kemungkinan bangsa Finisia, yang pernah tinggal di tanah Kanaan yang ditaklukkan oleh bangsa Israel. Para peziarah inilah yang mendirikan agama Druid yang kemudian membangun Stonehenge sebagai tempat pemujaan.

Namun, sekali lagi, teori ini tidak sesuai dengan umur Stonehenge yang dipercaya jauh melampau masa Druid.

Tempat pengamatan objek-objek angkasa
Teori ini dikemukakan oleh Sir John Lockyer. Ia adalah astronom ternama Inggris yang menemukan elemen helium. Pada tahun 1901, ia menulis sebuahpaper yang mengasumsikan kalau beberapa bagian dari Stonehenge, yang disebut Heel Stone, pada awalnya sejajar dengan Summer Solstice (Hari terpanjang dalam satu tahun). Karena itu Lockyer berasumsi kalau monumen ini mungkin telah digunakan oleh para astronom kuno untuk mengamati objek angkasa.

Pada tahun 1965, teori ini diperkuat oleh astronom Amerika, Gerald Hawkins, yang dengan menggunakan komputer berhasil menemukan kalau 165 titik pada struktur Stonehenge memiliki keterkaitan dengan pergerakan matahari dan bulan. Ia mengajukan teori kalau Stonehenge mungkin adalah komputer masa purba yang digunakan untuk memprediksi gerhana bulan.

Namun, teori ini juga tidak akurat karena dengan mengacu pada anggapan Lockyer, Stonehenge seharusnya dibangun pada tahun 1.800 SM. Ini tidak sesuai dengan umur Stonehenge yang jauh lebih tua.

Tempat pemujaan masa perunggu
Teori lain dikemukakan oleh Sir John Lubbock, seorang arkeolog Inggris berpengaruh pada abad ke-19. Lubbock adalah arkeolog yang pertama kali menciptakan istilah Paleolithic dan Neolithic. Pada bukunya yang terbit tahun 1865, “Prehistoric Times as Illustrated by the Ancient Remains and Manners and Customs of Modern Savages”, ia menunjukkan adanya kesamaan antara Stonehenge dengan struktur monolitik lainnya di dunia, terutama yang terdapat pada kuil-kuil di India.

Mirip dengan teori pemujaan Druid, Lubbock percaya kalau tempat ini sesungguhnya adalah tempat pemujaan yang didirikan pada masa perunggu. Ini juga dikonfirmasikan dengan penemuan sejumlah peralatan yang memang berasal dari masa perunggu di dekat lokasi Stonehenge.

Hebatnya, Lubbock berhasil menentukan umur Stonehenge secara akurat dan ia juga dengan tepat memperkirakan kalau monumen itu dibangun pada periode yang sangat lama.

Tempat penyembuhan
Pada tahun-tahun belakangan ini, terdapat teori baru mengenai monumen misterius ini. Ini dikarenakan ditemukannya tengkorak-tengkorak di dekat situs tersebut. Pada sisa-sisa tengkorak yang ditemukan, terdapat beberapa tanda seperti tengkorak yang sengaja dibuka. Tanda ini menunjukkan adanya prosedur operasi pada kepala yang bersangkutan.

Berdasarkan pada penemuan ini, Prof.Timothy Darvill dari Bournemouth University dan Prof. Geofrrey Wainwright, mengajukan teori kalau monumen ini mungkin telah digunakan sebagai lokasi penyembuhan bagi orang sakit, sejenis Lourdes masa purba.

Kompleks pemakaman
Masih berdasarkan pada penemuan sejumlah kerangka di Stonehenge, Prof. Mike Parker Pearson mengajukan teori ini. Ia sendiri telah mempelajari monumen ini sejak tahun 1998.

Prof. Pearson menemukan kalau pada tahun 2600 – 2400 SM terdapat sebuah pemukiman di dekat Stonehenge. Ia percaya kalau Stonehenge telah digunakan oleh masyarakat pemukiman tersebut sebagai kuburun massal. Dalam tulisannya di Washington Post tahun 2007, ia menyebut Monumen ini sebagai “kompleks pemakaman terbesar pada masa itu”.

Pada saat ini, teori tempat pemujaan dan teori pemakaman adalah teori yang paling banyak diterima oleh para peneliti.

Bagaimana mereka membangunnya?
Baiklah, sekarang kita masuk ke misteri utamanya, yaitu bagaimana mereka membangunnya?

Seperti yang saya katakan, karena karakteristiknya yang misterius, monumen ini telah menjadi subjek perdebatan panjang mengenai cara pembuatannya. Berdasarkan pada pengetahuan yang dikenal sekarang, sepertinya tidak mungkin kalau bangunan ini didirikan oleh manusia pada masa itu karena tidak adanya teknologi yang dikenal untuk mengangkut atau mendirikan batu-batu besar tersebut.

Melihat pada kenyataan ini, sebagian penulis percaya kalau bangunan ini didirikan oleh alien. Teori ini pertama kali dipopulerkan oleh Erich Von Daniken, penulis buku “Chariots of the Gods” yang terbit tahun 1968. Menurutnya, astronot masa lampau (alien) yang mengunjungi bumi di masa lalu memiliki peran dalam pembangunan berbagai struktur megalitik di seluruh dunia, termasuk Stonehenge. Argumen pendukungnya adalah karena bentuk Stonehenge yang melingkar, persis seperti sebuah pesawat alien.

Tentu saja tidak ada yang bisa membuktikan teori ini. Lagipula, mungkin saja pemahaman kita mengenai teknologi masa lampau tidak cukup memadai sehingga kita “terpaksa” melihat alternatif spiritual atau alien.

Namun, pada tahun-tahun belakangan ini, sesungguhnya ada beberapa teori yang bisa menjelaskan mengenai cara Stonehenge dibangun.

Teori ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah bagaimana menegakkan dan mengangkat batu-batu besar tersebut. Sedangkan yang kedua adalah bagaimana mengangkut batu-batu besar tersebut ke lokasi dari sebuah tempat yang cukup jauh.

Dua teori di bawah ini berurusan dengan cara menegakkan dan mengangkat batu-batu besar:

Wally Wallington dan prinsip daya ungkit
Satu metode yang cukup menarik adalah metode yang diajukan oleh Wally Wallington, seorang tukang kayu dari Michigan. Sebagai seorang tukang kayu yang berpengalaman selama 35 tahun, Wally telah menemukan cara untuk menggerakkan benda-benda berat dan besar hanya dengan menggunakan kayu. Rahasianya adalah daya ungkit atau leverage. Untuk menggerakkan sebuah batu besar, Wally membuat sebuah jalur dari kayu dengan karakteristik tertentu. Ketika sebuah batu besar ditaruh di atasnya, batu itu dengan mudah berpindah.

Wally mengatakan kalau metode yang digunakannya mungkin sama dengan metode yang digunakan oleh Edward Leedskalnin untuk membangun Coral Castle. Bahkan Wally mengklaim, kalau ia memiliki sumber daya dan waktu yang cukup, ia bisa membangun sebuah piramida tanpa menggunakan teknologi canggih.

Untuk menegakkan sebuah batu besar, Wally hanya menggunakan banyak potongan kayu yang digunakan sebagai pengganjal di tengahnya. Dengan cara ini, ia bisa menegakkan sebuah batu besar dalam waktu kurang dari satu hari.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, kalian bisa melihat rekaman di bawah ini.

Kalian juga bisa mengetahui lebih jauh mengenai Wally dengan mengunjungi websitenya theforgottentechnology.com.

Pengangkatan dengan lift roda kayu
Jika kita terbiasa berpikir dengan teknologi kuno, kita bisa menemukan banyak cara kreatif untuk membuat monumen seperti Stonehenge. Seorang insinyur bernama Nick Weegenaar punya teori bagaimana mengangkat batu besar itu dan menaruhnya di atas dua batu. Ia mengajukan teori alat pengangkat dengan roda kayu alias Litho Lift.

Lihat gambar di bawah ini:

Dengan menggerakkan roda raksasa tersebut, maka otomatis batu besar yang terikat padanya bisa terangkat dan diletakkan di atas dua batu yang telah berdiri. Saat ini Nick sedang mengerjakan model roda tersebut untuk membuktikan teorinya. Walaupun belum dipraktekkan, namun beberapa insinyur yang telah melihat rancangannya percaya kalau mekanisme itu bisa bekerja dengan baik.

Selain teori Wally dan Nick yang berurusan dengan menegakkan dan mengangkat batu-batu raksasa, ini dua teori lainnya mengenai cara mengangkutnya:

Pengangkutan dengan keranjang dahan
Teori yang berhubungan dengan pangangkutan batu ini pertama kali dikemukakan oleh insinyur bernama Garry Lavin. Menurutnya, para arsitek Stonehenge mungkin telah menggerakkan batu-batuan tersebut dengan menggunakan keranjang dahan yang digunakan untuk membungkus batu-batuan besar tersebut. Cara ini telah dipraktekkan dan bisa dilakukan.

Menurut Garry: “Saya selalu beranggapan kalau membawa batu-batuan besar itu ke lokasi monumen adalah hal yang mustahil karena gesekan dengan permukaan tanah. Namun, kenyataannya, teknologi untuk melakukan itu selalu ada di sekitar mereka.”

Keranjang dahan ini ternyata juga bisa mengapung di atas air. Dengan demikian, para pekerja tersebut dapat membawa batu-batuan tersebut lewat sungai. Dalam percobaan ini, Garry berhasil menggerakkan batu seberat satu ton. Ia sedang menyiapkan eksperimen untuk menggerakkan batu seberat lima ton.

Pengangkutan dengan jalur kayu dan bearing
Baru-baru ini, para peneliti menemukan banyak batu-batu berbentuk bola kecil di dekat monumen serupa Stonehenge di Aberdeenshire, Skotlandia. Ukuran bola-bola ini kira-kira seukuran bola cricket. Pada monumen Skotlandia itu, sebagian batu yang digunakan bahkan lebih besar dibandingkan Stonehenge.

Berdasarkan penemuan ini, para peneliti menyimpulkan kalau batu-batu besar yang ada di monumen itu mungkin telah diangkut dengan menggunakan bola-bola batu tersebut.

Jadi, tim dari universitas Exeter mulai mengadakan eksperimen.

Dalam eksperimen itu mereka membangun sebuah jalur kayu yang diatasnya diletakkan bola-bola batu yang berfungsi sebagai bearing. Ketika batu raksasa itu ditaruh diatasnya, maka dengan sangat mudah batu itu bisa berpindah tempat. Bahkan para mahasiswa bisa menggerakkan batu-batu raksasa itu hanya dengan dorongan sebuah jari tangan.

Berdasarkan eksperimen ini Prof. Bruce Bradley, direktur eksperimen arkeologi dari Universitas Exeter memperkirakan kalau sebuah batu raksasa bisa bergerak sejauh 10 mil dalam sehari.

Sebuah cara yang sangat sederhana dan tidak membutuhkan teknologi tinggi. Banyak yang percaya kalau tim dari universitas Exeter ini telah berhasil memecahkan misteri pengangkutan batu-batu Stonehenge.

Memang, saat ini belum ada yang menduplikasi pembuatan Stonehenge secara lengkap, namun tidak bisa disangkal, dengan metode yang diajukan oleh para insinyur seperti Wally, Nick, Garry atau Universitas Exeter, kita memiliki cara pandang baru terhadap teknologi masa purba. Paling tidak, bukan sesuatu yang mustahil untuk membangun monumen megalitik dengan peralatan yang hanya tersedia di masa lampau.

Bangsa-bangsa kuno yang hidup ribuan tahun yang lalu ternyata tidak sebodoh yang kita duga.

Tim dari universitas Exeter berniat mengadakan eksperimen dalam skala penuh di waktu-waktu mendatang. Dengan demikian, kita bisa berharap satu persatu misteri Stonehenge akan terpecahkan dengan sempurna.

(wikipedia, nationalgeographic.com, dailymail.co.uk, bbc.co.uk,dailymail.co.uk)

Misteri piramida-piramida Cina

Selama puluhan tahun, ada sebuah legenda, atau boleh dibilang rumor, yang beredar di dunia barat kalau di sebuah lokasi terpencil di Cina, ada banyak piramida misterius yang bahkan lebih besar dibanding piramida Mesir.

Selama puluhan tahun, pemerintah Cina dan para arkeolognya telah menyangkal keberadaan piramida-piramida ini, dan penyangkalan ini malah membuat dunia barat semakin tertarik untuk menyelidikinya.

Apakah benar ada piramida di Cina?

Apa yang sesungguhnya tersimpan di dalam piramida-piramida ini?

Mengapa pemerintah Cina menyangkal keberadaannya?

Namun, pada masa space imaging dan google earth, sekarang kita bisa tahu kalau piramida-piramida Cina benar-benar ada, bahkan berjumlah hingga 100 buah. Piramida-piramida ini terletak di propinsi Xaanshi di dekat kota kunoXian.

The Great White Pyramid
Pada tahun 1983, Bruce Cathie, seorang penulis selandia baru mengaku kalau pemerintah Cina telah mengungkapkan kepadanya kalau piramida-piramida itu benar-benar ada. Namun tidak ada yang misterius, piramida-piramida itu hanyalah kuburan para kaisar.

Dalam bukunya yang berjudul The Bridge to Infinity (1983), Cathie menceritakan asal mula piramida Cina ini mulai dikenal di dunia barat. Semuanya bermula dari pengalaman seorang pilot angkatan udara Amerika bernama James Gaussman.

Saat itu, tahun 1945, Gaussman sedang terbang di antara India dan Cina dalam misi rutinnya. Ketika mesin pesawatnya mengalami masalah, ia harus menurunkan ketinggian. Pada saat itulah ia melihat piramida raksasa Cina yang misterius.

Dalam laporannya, ia mengatakan:

“Aku menerbangkan pesawat mengitari sebuah gunung dan kemudian kami masuk ke lembah. Tepat dibawah kami, terlihat sebuah piramida putih raksasa yang seakan-akan muncul dari negeri dongeng. Piramida itu putih gemerlapan. Mungkin terbuat dari logam atau bebatuan jenis tertentu. Seluruh sisinya berwarna putih. Namun yang paling menarik adalah batu di puncak piramida tersebut – sebuah material berharga seperti mutiara. Aku benar-benar takjub dengan kedashyatan bangunan itu.”

Saat itu, boleh dibilang kalau piramida hanya identik dengan Mesir. Jadi, seharusnya laporan Gausmann bisa menarik perhatian lebih banyak peneliti di barat. Namun, Laporan Gaussman hanya berakhir di dalam arsip militer Amerika.

Dua tahun setelah laporan Gausmann, piramida Cina kembali muncul ke permukaan. Kolonel Maurice Sheahan, direktur Trans World Airline mengaku kalau ia juga melihat piramida raksasa Cina itu. Kesaksian Sheahan dimuat di harian New York Times pada 28 Maret 1947 dengan judul artikel “Penerbang Amerika melihat piramida raksasa Cina di pegunungan terpencil di barat daya Xian”.

Dalam artikel tersebut, Sheahan mengatakan kalau piramida ini memiliki tinggi 300 meter dengan lebar 450 meter. Jika perkiraan ini akurat, maka piramida ini mengalahkan ukuran piramida Mesir yang hanya memiliki tinggi 135 meter.

Sheahan juga mengatakan kalau piramida ini terletak di lembah di kaki gunungQin Ling sekitar 40 mil barat daya Xian. Di dekat piramida raksasa tersebut, ia melaporkan adanya ratusan gundukan kecil yang juga mirip dengan piramida. Namun kesaksian Sheahan tidak menyebutkan adanya batu seperti mutiara di puncak piramida.

Dua hari setelah artikel itu dimuat di New York Times, Kisah ini dimuat kembali di New York Sunday News. Kali ini mereka menampilkan sebuah foto piramida yang belakangan diketahui sebagai foto yang diambil oleh Gaussman tahun 1945.

Sejak saat itu bangunan ini menjadi objek perdebatan dan spekulasi.

Siapa yang membangunnya?

Untuk apa bangunan itu dibuat?

Tidak ada yang benar-benar tahu pasti karena saat itu, Cina menutup diri dari dunia luar.

Terobosan pertama baru datang beberapa puluh tahun kemudian dari seorang penulis Jerman bernama Hartwig Hausdorf. Dalam bukunya yang terbit tahun 1994 berjudul Die Weisse Pyramide (The white pyramid), ia menampilkan banyak foto piramida-piramida Cina. Hausdorf mengaku kalau ia telah diijinkan oleh pemerintah Cina untuk mengunjungi beberapa lokasi yang dahulunya terlarang untuk mengambil foto-foto tersebut.


Sekarang, piramida-piramida Cina sudah bukan rahasia lagi. Kita bisa melihat piramida-piramida ini dari google earth dan bahkan kita bisa mengunjungi langsung lokasi tersebut.

Berbeda dengan piramida Mesir yang terbuat dari batu-batu besar, piramida Cina boleh dibilang terbuat dari gundukan tanah yang dipadatkan yang dibuat sebagai kuburan para kaisar. Dua diantara piramida yang terbesar dan paling terkenal adalah Qin Shi Huang Mausoleum dan Maoling Mausoleum.

Qin Shi Huang Mausoleum
Mausoleum ini adalah piramida Cina yang terbesar. Tinggi awalnya adalah 76 meter, namun seiring dengan berjalannya waktu, piramida ini terkikis sehingga tinggal 47 meter. Dasarnya memiliki ukuran 357 meter X 354 meter.

Tempat ini adalah peristirahatan terakhir kaisar Qin Shi huang, raja pertama dinasti Qin yang membangun tembok cina dan menyatukan seluruh Cina pada tahun 221 SM.


Di dekat piramida ini juga, pada tahun 1974, tiga orang petani yang ingin membuat sumur tanpa sengaja menemukan parit-parit berisi patung-patung teracotta yang sekarang merupakan salah satu lokasi arkeologi paling termahsyur di dunia.


Menurut buku “Records of the Historian: Biography of Qin Shi Huang”,sejarawan Sima Qian (145-90 SM) menyebutkan kalau mausoleum ini memiliki ruangan-ruangan yang berisi miniatur-miniatur istana dan paviliun dengan kolam air raksa yang mengalir di bawah langit-langit bertahtahkan permata yang membentuk gambar matahari, bulan dan bintang.

Dengan kata lain, isi mausoleum ini menunjukkan replika dari kerajaan sang kaisar lengkap dengan lima gunung suci di dalamnya.


Para peneliti Cina yang meneliti kandungan tanah di sekitar mausoleum memang menemukan adanya kandungan raksa yang cukup tinggi. Ini mengkonfirmasi kredibiltas tulisan Sima Qian. Menurut catatan Sima Qian, makam ini dibangun ketika Qin Shi Huang masih berusia 13 tahun. Pengerjaannya menggunakan hingga 700.000 pekerja dan diselesaikan dalam 20 tahun.

Para pekerja memindahkan tanah hingga sama tinggi dengan level air di dalam tanah, lalu lantainya dilapisi dengan perunggu cair yang kemudian ditimpa dengan batu sarkofagus. Ketika pengerjaannya selesai, seluruh pekerja yang mengetahui jalan masuk ke makam ini dibunuh untuk menjaga kerahasiaannya.

Hingga hari ini, piramida ini masih menyimpan rahasianya karena pemerintah Cina belum membongkarnya dengan alasan takut merusak beberapa bagian berharga dari kuburan itu.

Maoling Mausoleum
Mausoleum ini, yang kadang disebutpiramida putih besar, memiliki ukuran dasar 222 meter X 217 meter. ini membuatnya menjadi piramida terbesar kedua di Cina.

Piramida ini adalah piramida yang fotonya terpampang di surat kabar New York Sunday news tahun 1947. Dengan kata lain, piramida inilah yang telah dilihat oleh Sheahan, dan mungkin juga oleh Gaussman. Namun, sepertinya Sheahan telah keliru memperkirakan tingginya karena piramida ini ternyata hanya memiliki tinggi sekitar 45 meter.


Mausoleum ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Kaisar Wu yang bernama Liu Che (atau Wu Di) yang memerintah dari tahun 157-87 SM. Ini berarti piramida tersebut telah berusia 2.000 tahun lebih.

Sejarah mencatat kalau dibutuhkan waktu hingga 53 tahun untuk menyelesaikan bangunan ini dan di dalamnya tersimpan banyak objek berharga. Berbeda dengan mausoleum Qin Shi Huang, mausoleum ini telah diekskavasi dan sebagian artefak berharganya disimpan di museum dan dipamerkan.

Walaupun telah diketahui kalau piramida ini sama dengan piramida di foto yang muncul tahun 1947, banyak peneliti masih dibingungkan dengan satu misteri. Menurut Gaussman, ia mengaku melihat adanya material seperti mutiara di puncak piramida itu. Namun, kita dapat melihat kalau puncak piramida ini ternyata datar, seperti terpotong.

Apakah Gausmann berbohong?

Atau, apakah seseorang telah memindahkan puncak piramida tersebut?

Atau mungkin, di suatu tempat di Cina masih ada piramida putih raksasa setinggi 300 meter dengan puncak berkilau yang belum ditemukan?

(wikipediacultural-china.comunexplainedearth.com)

Draco Sumatranus – Naga Avatar dalam kehidupan nyata

Apakah ada sesuatu yang menarik selain Halelujah Mountain di film Avatar ? Ya, naga terbang berwarna merah yang disebut Toruk. Jika Halelujah Mountain terinspirasi dari sebuah gunung di Cina, maka mungkinkah naga merah terbang di film itu terinspirasi dari seekor hewan yang bisa ditemukan di Indonesia ?

Toruk – naga merah terbang di film “Avatar”

Naga merah terbang atau Toruk terbukti menjadi kunci bagi Jake untuk menaklukkan hati suku Na’vi. Memang, makhluk terbang berbentuk seperti itu tidak pernah kita jumpai di dunia ini. Namun, bagaimana dengan makhluk yang berukuran jauh lebih kecil, merayap dan suka berlompatan kesana-kemari ?

Perkenalkan : Draco Sumatranus atau Common Gliding Lizard. Dari nama latinnya, kita tahu bahwa makhluk ini dijuluki Naga Sumatera oleh para ilmuwan. Walaupun disebut naga, makhluk ini sesungguhnya adalah seekor kadal yang memiliki kulit berbentuk sayap di kedua sisinya.


Hewan indah ini bisa ditemukan di pulau Sumatera dan merupakan kekayaan fauna Indonesia yang tiada duanya. Selain Sumatera, hewan ini juga bisa dijumpai di Kalimantan, Malaysia dan Singapura. Umumnya, ia tinggal di pohon. Namun ketika hendak bertelur, yang betina akan turun ke tanah.


Kedua kulit di sisi badannya dapat berfungsi sebagai sayap yang membantu kadal ini melompat dari satu pohon ke pohon yang lain. Sayangnya (atau untungnya) makhluk ini hanya memiliki ukuran tubuh sekitar 9 cm dengan ekor yang sedikit lebih panjang dari itu.

(ecorazzi.com)

Makhluk Misterius Pemakan Ternak di Banyuwangi

Postingan yang satu ini tentang kemunculan makhluk misterius di Banyuwangi yang menyerang hewan ternak. Mungkin sebagian dari kalian akan langsung teringat dengan sosok El Chupacabra yang misterius. Seperti apa kisahnya? Check it out.

Saya mengetahui berita ini pertama kali dari Jawapos. Tapi yang saya baca adalah edisi kedua dari berita tersebut (26/9/2013). Diberitakan bahwa sebuah kecamatan di Banyuwangi, Kecamatan Licin, tengah diserang oleh makhluk yang memakan ternak-ternak mereka. Jenis ternak yang di makan oleh makhluk tersebut adalah kambing. Dua warga Kecamatan Licin di Dusun Kebundadap, Desa Tamansari selasa malam lalu tengah mengalami peristiwa yang tidak biasa dalam hidupnya. Adalah Bu Sai yang telah berusia 75 tahun, yang pada pukul 17.30 mendengar kambingnya mengembik  cukup keras. Bu Sai saat itu meminta menantunya, Bu Totok, untuk melihat apa yang terjadi di kandang kambing miliknya. Disinilah mereka berdua melihat sosok makhluk tersebut yang telah berhasil membuat mereka pingsan setelah melihatnya.

“Postur tubuhnya seperti manusia. Namun badannya berbulu lebat seperti kera,” kata kepala dusun.
Bu Sai dan Bu Totok mengaku melihat binatang aneh tersebut menggigit leher kambing yang dia pelihara. Lokasinya ada di kandang belakang dapur rumahnya. Kambingnya selamat karena makhluk pemangsa tersebut sudah lari terlebih dahulu karena tepergok oleh dua saksi tersebut.
Ratusan warga kemudian mengejar makhluk yang sudah meresahkan mereka. Namun hasilnya nihil. Para warga kemudian berinisiatif untuk melakukan ronda malam pada hari itu juga. Berharap mendapatkan apa yang mereka cari. Tapi makhluk itu, lagi-lagi tidak menampakkan diri.
Cukup menarik bukan? Postur seperti manusia namun berbulu lebat. Benar-benar makhluk yang kita bayangkan saja sudah fenomenal.
Lalu saya mencari koran Jawapos saya edisi sehari sebelumnya. Judul artikel tersebut adalah: “Anjing Liar Serang 26 Kambing”. Berikut adalah artikelnya:
Berdasarkan artikel diatas, menurut kesaksian seorang warga yang bernama Lutfi, para warga bersama muspika (saya tidak tahu apa itu muspika) sempat bertemu kawanan anjing liar itu. Tapi saat akan di tembak anjing tersebut menghilang.
Pada paragraf terakhir dari berita tersebut, dikatakan bahwa Warga Desa Segobang Banyuwangi pernah melihat orang menurunkan beberapa anjing dari pikap tertutup.
Nah, kali ini kita mendapati sosok anjing yang benar-benar anjing karena kesaksian Lutfi, yang tidak mengindikasikan sesuatu yang aneh seperti kesaksian sebelumnya : sosok seperti manusia yang penuh bulu dan memakan kambing.
Tapi ternyata, ada satu hal yang unik dari artikel tersebut pada pargafraf enam yang masih merupakan kesaksian Lutfi:  “Padahal kandangnya sudah cukup tinggi tapi masih bisa dijangkau.”
Sekarang kita mendapati anjing yang bisa menjangkau tempat yang tinggi. Walaupun kita tidak tahu setinggi apa kandangnya, tapi cukup aneh juga ada anjing yang bisa melompat tinggi (dengan asumsi adalah anjing liar bukan anjing terlatih). Adapun yang bisa melompat sangat tinggi, tapi itupun hanya ada di dalam kontes-kontes anjing seperti yang dijelaskan di sini.
Kesimpulan sementara, sebelum dua saksi melihat penampakkan seperti manusia, para warga menyakini bahwa wujud makhluk penyerang ternak tersebut adalah anjing. Dan pada berita Jawapos hari ini, kita mendapati sosok yang berwujud mirip manusia tengah memakan kambing. Makhluk yang penuh bulu lebih tepatnya.
Berkut adalah  berita dari detikNews (10/09/2013) yang saya copas.
Banyuwangi – Aroma misteri pun menyelimuti penyebab kematian tiga ekor kambingmilik warga di Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Dugaan pun mengarah ke Baong atau anjing siluman. Polisi juga menaruh perhatian terhadap kasus itu.
Aroma misteri pun menyelimuti penyebab kematian tiga ekor kambing milik warga lingkungan Sutri Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Dugaan pun mengarah ke Baong atau anjing jadi-jadian sebagai penyebab.
Warga menduga pelaku serangan terhadap hewan ternak milik Kusairi (38) ini ulah anjing siluman. Warga setempat menyebutnya dengan istilah Baong.
Malam hari sebelum kejadian itu diketahui, beberapa warga sekitar lokasi kejadian mendengar lolongan mirip suara anjing yang berlangsung sepanjang malam.
Paginya,3 kambing itu ditemukan mati dengan kondisi luka sobek sepanjang 30 centimeter diperutnya. Dan organ dalamnya hilang.Tak ada ceceran darah di kandang tersebut.
“Tetangga tengah malam itu dengar lolongan anjing terus menerus,” ujar Kusairi saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (10/9/2013).
Informasi menyebutkan, kejadian yang sama juga terjadi di kampung pesisir dan kampung Gareng, Kelurahan Sobo, serta di lingkungan Pakis Kelurahan Pakis.
Dari tiga titik kejadian itu, sebanyak 27 kambing menjadi korbannya. Jika ditotal, kurun waktu sepekan ini sudah 30 ekor kambing yang mati secara misterius.
Hal menarik juga saya dapatkan dari Tempo.co dengan artikel yang berjudul  Hewan Misterius Serang 21 Kambing Warga Kota Batu:  Adapun Mujiono baru mengetahui kambingnya mati pada pagi hari ketika akan memberi pakan. “Bangkainya menumpuk jadi satu. Darah hanya ada di sekitar luka. Tidak ada yang tercecer di lantai,” ucapnya.
Adapun serangan anjing liar juga terdapat di daerah yang berbeda pada bulan Februari 2013 yang termuat dalam epaper suaramerdeka.com. Pada berita tersebut ternak-ternaknya memang diserang anjing terbukti dengan di temukannya jejak kaki anjing. Pembaca juga bisa membaca epaper tersebut di sini
Saya kemudian searching lebih jauh di internet dan mendapati hasil yang unik. Ternyata, penyerangan anjing-anjing misterius tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2011 di Banyuwangi. Contohnya berita dari detikNews dibawah ini:
Anjing Misterius Serang Ternak Warga Banyuwangi
Irul Hamdani – detikNews
Banyuwangi – Lagi-lagi anjing misterius menyerang ternak warga di Dusun Kampung Baru Desa Jajag Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Teror itu berlangsung sepekan lebih dan membuat warga setempat resah.
Lima ekor ayam dilaporkan menjadi korbannya. Semua bangkai ayam ditemukan dalam kondisi yang dianggap janggal. Yakni, jeroannya hilang dan darahnya seolah habis disesep.
Kejadian ini sebenarnya bukan yang kali pertama ada. Beberapa bulan yang lalu ditahun 2011 kejadian serupa juga terjadi. Anjing yang diduga jadi-jadian itu kembali menampakan diri beberapa hari terakhir lalu.
Awalnya anjing hanya terlihat berslieweran saja. Tiga hari selanjutnya mulai berulah dengan menyerang ayam warga. Menariknya, kejadian ini terulang dilingkungan yang sama.
“Anjingnya seperti hafal wilayah sini,” ujar Faisol, warga setempat, kepada detiksurabaya.com, Senin (16/1/2012).
Tak ingin jumlah korban bertambah, warga berupaya melakukan ronda malam. Namun menariknya lagi, anjing yang dijuluki “grandong” itu justru seolah mengerti dengan situasi.
Grandong tak lagi menampakkan diri. Meski begitu warga tak mau kecolongan lagi. Warga membuat jebakan dari seutas tali plastik. Jerat itu dipasang saat malam hari di sekitaran kandang ayam.
“Bila tidak ronda kita pasang jebakan,” jelas Marli, warga lainnya.
Masih seperti sebelumnya, warga menduga bila anjing misterius itu adalah praktek ilmu hitam. Tujuannya tak lain untuk pesugihan dengan cara yang tak lazim. Warga berjanji, bila anjing tertangkap akan dipamerkan ke khalayak,
“Pelakunya biar malu,” tambah Marli.
Berikut adalah tiga foto yang diambil oleh detikNews pada tahun 2011. Anda bisa melihat foto-foto tersebut disini.
Jadi kurus kering.
Perhatikan lubang bekas gigitannya. Ada dua. Menurut saya, dua lubang itu karena gigi taring. Dan sepertinya bukan gigi taring yang biasa karena lebih besar daripada tangan manusia yang disamping kiri.
Domba yang selamat tapi penuh luka. Dugaan saya, cairan kuning di sekitar tubuh domba itu betadine.
Well, darahnya dihisap, jeroannya diambil. Dari ayam ke kambing. Makhluk apa gerangan yang tidak memakan daging tapi justru menghisap darah dan mengambil jeroan?
Mari kita buat beberapa catatan penting dari kasus ini.
  1. Makhluk misterius tersebut berwujud anjing menurut kesaksian Lutfi bersama warga sekitar (Banyuwangi). Mujiono juga mengatakan hal serupa. Dia menguatkan dengan ditemukannya jejak kaki anjing pada satu kejadian di Kota Batu menurut Mujiono.
  2. Makhluk penyerang tidak menimbulkan suara gaduh pada kasus Mujiono dan 14 kambingnya yang mati berkumpul di satu tempat.
  3. Sama seperti kasus Mujiono di Kota Batu, warga di Banyuwangi tidak mendapati ceceran darah namun bedanya dengan kasus Mujiono, warga di Banyuwangi mendengar lolongan anjing sebelum penyerangan.
  4. Yang diambil adalah jeroan dan darah. Umumnya memangsa hewan ternak.
  5. Makhluk tersebut hafal kapan warga lengah dan kapan warga bersiaga.
  6. Warga Banyuwangi menyebutnya Baung adapaula yang menyebutnya Grandong. Bahkan dua saksi mata melihat penampakkan seperti sosok manusia berbulu lebat memakan kambing.
  7. Pada kasus Banyuwangi, makhluk tersebut bisa menggapai tempat yang cukup tinggi menurut keterangan Lutfi.
  8. Terakhir, warga di Banyuwangi kini tidak percaya bahwa ternak mati karena serangan anjing. Mereka percaya bahwa ini adalah perbuatan orang yang mencari pesugihan (artikel pertama yang saya scan).

Well, guys, menurut kalian, makhluk apakah itu?

Saya akan buat perbandingan dari informasi tentang El Cuphacabra dari Blog Misteri Enigma. Berikut adalah informasi yang saya dapatkan dari blog tersebut:
  1. Pada tahun 1975 terjadi kematian ternak di kota kecil Moca. Makhluk pembunuh tersebut disebut El Vampiro de Moca. Vampir dari Moca.
  2. Puerto Rico, Maret 1995. Terdapat laporan dimana  delapan ekor domba ditemukan tewas dengan 3 luka tusuk di dada masing-masing. Semua ternak tersebut juga ditemukan dalam kondisi darah yang telah habis.
  3. Pembunuhan-pembunuhan terhadap ternak ini awalnya dicurigai dilakukan oleh para pemuja setan. Namun pembunuhan-pembunuhan terus terjadi di seluruh Puerto rico dan menyebar ke Republik Dominika, Argentina, Bolivia, Chile, Peru, Panama, Amerika serikat hingga Mexico. Ini menunjukkan bahwa pelakunya bukan para pemuja setan.
  4. Pada tulisan blog enigma yang lain mengenai Chupacabra, seorang yang bernama Redford telah menyelidiki seorang yang bernama Tolentino. Berdasarkan kesaksian Tolentino lah deskripsi Chupcabra yang mirip saya pikir lebih mirip alien daripada anjing, menjadi sangat terkenal. Usut punya usut, ternyata Tolentino sebelumnya telah menyaksikan film yang berjudul Species. Sebuah film sci-fi yang mengisahkan alien wanita yang mampu berubah menjadi wanita cantik dan alien yang berwajah sangat menyeramkan. Disinilah Enigma menyebut kesaksian Tolentino adalah memori yang tertinggal. Silahkan baca ulasan tersebut disini.
  5. Hampir sebagian besar informasi yang dihimpun oleh Enigma mempunyai kesamaan bahwa mereka yang diduga Chupacabra adalah sosok hewan dengan empat kaki, berkepala dan berwujud seperti anjing dan tidak berbulu. Dan pada peristiwa-peristiwa terdahulu, fenomena ini terjadi di beberapa tempat di benua Amerika
Kesamaan dari kasus di Banyuwangi dan beberapa tempat di Indonesia dengan informasi yang telah dihimpun oleh blog Enigma adalah, makhluk tersebut mirip anjing. Kesamaan yang kedua, kasus terjadi di beberapa tempat dengan rata-rata hewan ternak dihisap darahnya. Dan yang ketiga, sama-sama dianggap sebagai kasus yang melihatkan metafisik. Walaupun pada tulisannya, penulis blog Enigma tidak sepakat bahwa kasus tersebut berbau metafisik.
Sedangkan perbedaanya adalah makhluk penyerang hewan ternak di Banyuwangi terkadang berbentuk anjing, terkadang berwujud seperti manusia yang penuh bulu. Namun saya tidak sepakat bahwa Bu Sai dan Bu Totok mengalami “memori yang tertinggal” seperti yang dialami Tolentino. Karena saksinya ada dua orang. Dan perbedaan yang kedua, tidak terdapat saksi mata yang mengatakan telah melihat makhluk menyerupai anjing tapi TIDAK berbulu alias terkena kurap.
Untuk saya pribadi, kasus ini masih menjadi teka-teki karena beberapa hal:
  1. Tidak ada catatan pada tahun-tahun dulu (sebelum 1990 atau sekitaran 2000an) di Indonesia ada kejadian seperti ini. Berbeda dengan ilmu santet yang dari dulu sudah ada dan sudah kita dengar sejak lama.
  2. Ada perbedaan deskripsi antara anjing maupun makhluk yang mirip manusia.
  3. Yang jelas, makhluk tersebut hafal suasana area dan tahu betul kapan warga waspada maupun lengah. Seolah makhluk ini bisa berpikir dan tidak mudah terpancing. Seolah sangat cerdas daripada sekedar hewan.
  4. Siapa yang membuang anjing-anjing dengan sebuah pikap tertutup? Dan dimana anjing-anjing itu sekarang? Apakah dia bisa melompati kandang yang cukup tinggi?
Benar-benar sebuah misteri yang menarik untuk diteliti. Ketika saya membaca tulisan di blog Enigma mengenai dugaan bahwa El Chupacabra dilakukan oleh penyembah setan, saya jadi ingat setelah nonton Conjuring dimana Bathseba melakukan gantung diri untuk menyerahkan dirinya pada setan. Seorang kerabat saya pernah bercerita bahwa di sebuah Gunung di pulau Jawa ini (saya rahasiakan nama gunungnya) ibunya pernah melihat sosok manusia yang digantung terbalik dan jumlahnya banyak. Sosok tersebut terlihat menangis sesenggukan. salah satu penduduk gunung tersebut berkata pada ibu kerabat saya kalau sosok-sosok itu adalah manusia yang menyerahkan dirinya pada setan supaya mendapatkan kekayaan. Rupanya caranya hampir sama seperti yang diceritakan di Conjuring. Tapi abaikan saja tulisan saya di paragraf ini. Karena metafisik sangat susah di jelaskan dan sulit untuk di buktikan.
Yang jelas, kasus penyerangan ternak di Banyuwangi dan beberapa kota lainnya sangat menarik untuk di selidiki lebih lanjut.
sumber: sudah saya sebutkan di atas dengan mencantumkan link.

Toleransi

“Aku mentolerir segelintir orang yg berbeda perspektifnya denga cara pandang ku, baik itu berdasarkan karena ketidaktahuan atau karena memang suatu ijtihad, bahkan lebih dari itu aku mendoakan semoga ia tercatat dalam suatu ganjaran pahala karena niatnya, meski dalam keadaan tidak tahu”

 

~ As-Syahid As-Syaikh