“Cryptozoology”, Ilmu yang mempelajari tentang Hewan-Hewan Mitos dan Legenda

cryptozoology

Apa itu Cryptozoology? Ya, seperti yang tertera pada judul di atas, Cryptozoology adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang hewan-hewan yang dianggap mitos, takhyul, legenda, ataupun supranatural. Ilmu ini memang terkesan aneh dan mengada-ada, bahkan terkesan sebuah kesia-siaan. Tapi jangan salah, para peneliti hewan-hewan cryptid ini selalu menyertakan bukti-bukti dan sisa-sisa dari tubuh hewan-hewan yang mereka investigasi,sebelum mendaklarasikan kepada publik bahwa hewan-hewan tersebut benar.

 Cryptozoology adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan yang tersembunyi. Lebih gampangnya, ilmu ini mempelajari tentang makhluk-makhluk yang dianggap “legenda”atau tidak ada dalam ilmu biologi modern. belum jelas?

Cryptid adalah istilah yang digunakan pada Cryptozoology yang merujuk pada makhluk yang keberadaannya telah disaksikan, namun tidak diakui oleh ilmu biologi. Eksistensinya tidak jelas, bisa ada bisa tidak.
contoh biar lebih ngerti : Nessie. Banyak saksi yang melihat penampakan Nessie, namun bukti keberadaannya masih belum jelas, dan belum diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Nessie itu cryptid,dan ilmu yang mempelajari tentang Nessie adalah cryptozoology.

Dan, entah anda percaya atau tidak, hewan Cryptid pertama yang berhasil dibuktikan keberadaannya ternyata ditemukan berasal dari Indonesia!

Sudah sepantasnya kita berbangga hati, karena dari sekian banyak hewan cryptid diluar sana (seperti nessie, bigfoot, mothman, ogopogo, dll), ternyata ada satu makhluk yang jelas-jelas sudah tertangkap dan dipublikasi kepada dunia.

Hewan ini dikategorikan sebagai Sea Serpent(Ular Naga laut) didunia cryptozoology. Tidak seperti kebanyakan hewan laut, hewan ini dipercaya tidak mempunyai sirip melainkan kaki dan dapat berjalan didarat.

Hewan yang dimaksudkan tersebut adalah the Sea King “Coelacanth”yang berasal dari perairan Sulawesi. Seperti kebanyakan makhluk cryptid lainnya, sudah banyak kesaksian-kesaksian yang mengaku pernah melihat bahkan menangkap ikan purba ini dari tahun ke tahun.

Ikan yang disangka sudah punah ternyata ditemukan hidup di perairan Sulawesi. Ikan tersebut bernama Coelacanth yang berasal dari kata-kata Yunani ”coelia” (berongga) dan ”acanthos” (duri), yang berarti ikan dengan duri berongga. Berdasarkan catatan sejarah, ikan coelacanth hidup pertama kali ”ditangkap” kalangan ilmiah pada tanggal 23 Desember 1938, ketika Kapten Hendrick Goosen mendapatkannya dari Laut India, tak jauh dari mulut sungai Chalumna. Oleh Marjorie Courtenay-Latimer – seorang kurator museum di East London, Afrika Selatan – ikan tersebut diserahkannya kepada ahli ikan dari Universitas Rhodes, Prof. J.L.B. Smith.

Pada 1998 atau enam puluh tahun sejak temuan pertama, seekor ikan Coelacanth tertangkap jaring nelayan di perairan Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan ini sudah dikenal lama oleh para nelayan setempat, namun belum diketahui keberadaannya oleh dunia ilmu pengetahuan. Ikan yang oleh nelayan disebut ”raja laut” itu kemudian dikirimkan kepada seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Edmann. Bersama dua koleganya, R.L. Caldwell dan Moh. Kasim Moosa dari LIPI, Mark menerbitkan temuannya di majalah ilmiah Nature, 1998.

Itu hanya salah satu dari sekian banyak contoh dari Cryptozoology yang nyata. Dan hewan-hewan selanjutnya akan kita bahas dalam subkategori baru mengenai Cryptozoology yang akan ada di blog ini. 😀

Advertisements

One thought on ““Cryptozoology”, Ilmu yang mempelajari tentang Hewan-Hewan Mitos dan Legenda

  1. Fadh says:

    maaf komen anda nyasar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s