Tukang Sulap

magician_hat

Kubuka topi keramat
seperti membuka pagi dari jerat mimpi.
Kurahasiakan mawar, telur,roti dan korek api.
Jaga ular,merpati dan tikus putih ini,
agar mereka percaya yang gaib masih tersisa
di bumi yang kian brutal dan bebal.

Lihatlah ular ini.

Ia tahu, dia atas sana seekor burung hantu dan sundel bolong bercinta dan bersembunyi di hari hari yang lebih buruk dari dengkur babi.

Tidak. Tidak. Mereka bukan burung hantu.
Bukan sundel bolong, bukan.
Ketahuilah,si burung hantu
adalah punggawa yang memilih menepi
setelah si paduka membakar petapa
yang dituduh menyebar bid’ah.

Sedang si sundel bolong
adalah perawan yang memilih mencebur api
meniru si ratu ketika didakwa membuka gelambir sorga dan bulu-bulu cinta. Begitulah.
Sejarah adalah serangkai rahasia,darah dan api.
Muka dengan gemetar dada dan sangsu
kumainkan sekian atraksi sepi.
Kusembur minyak ke kobar api
agar ia mengembang seperti geletar lapar.

Yakni lapar yang membuat gajah, harimau, ular dan marmut rela jadi badut.
Lapar yang membuat segala yang liar
jadi jinak dan jamak, sperti para hadirin yang duduk manis menikmati segala tipuan itu.

Tak tau jika menjadi lugu dan tolol begitu
mereka hanyalah bahan lelucon dan tertawaan sekawanan kelelawar dan burung hantu.

Juga sundel bolong yang tawanya kian mengerikan itu…

Advertisements