Pentingnya Berpikir Lateral

berpikir lateral 2

Berpikir lateral membuat kita dapat memahami makna dari sisi lain, yang mungkin terlewatkan untuk kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga telah mengikis sisi kebajikan dan kebijakan dalam diri kita.  berikut disampaikan kisah sehari-hari yang pantas untuk direnungkan.

1. Gagak berdiri di pohon, sepanjang hari tanpa melakukan apa pun. Kelinci terkesan melihat burung gagak yang santai lalu bertanya, “Apakah aku bisa sama denganmu , setiap hari menganggur?” Gagak menjawab, “Tentu saja, kenapa tidak?”

Kemudian, kelinci itu mulai beristirahat di tanah kosong di bawah pohon. Tiba-tiba, seekor rubah muncul, ia pun melompat dan menerkam kelinci, dan tamatlah riwayat kelinci.

Makna : Jika Anda ingin berdiri tanpa melakukan apa-apa, maka Anda harus berdiri di tempat tinggi, atau bahkan sangat sangat tinggi.

2. Di masa lalu, ada dua orang yang sedang kelaparan mendapatkan pemberian dari seorang tua berupa sebatang pancing dan sekeranjang ikan segar. Salah satu di antara mereka menginginkan keranjang ikan, dan yang lainnya meminta pancing, setelah itu mereka berpisah.

Orang yang mendapatkan sekeranjang ikan tersebut langsung mempersiapkan api kayu kering untuk memasak ikan di tempat, dan melahapnya dengan rakus. Sebelum menikmati keharuman aroma ikan tersebut, dengan segera ikan berikut sup ikannya sudah dimakan habis. Hari dan minggu pun berlalu, ia akhirnya ditemukan mati kelaparan di sebelah keranjang ikan yang telah kosong.

Sedangkan yang satu lagi membawa pancingnya terus berjalan dalam keadaan menahan lapar, selangkah demi selangkah berjalan ke arah pantai, tetapi ketika di tempat yang tidak jauh ia melihat samudra biru, seluruh kekuatan tubuhnya juga sudah terkuras habis, ia hanya bisa berputus asa dengan penyesalan yang tak berujung meninggalkan dunia ini, tanpa pernah bertemu pantai.

Ada dua orang lapar yang lain, mereka juga menerima berkah hadiah dari orang tua yang sama, yakni sebatang pancing dan sekeranjang ikan. Hanya saja mereka tidak berjalan secara terpisah, tetapi bersepakat untuk bekerja sama dalam menemukan laut dan mereka berdua setiap kali hanya memakan seekor ikan, setelah melalui perjalanan jauh, akhirnya mereka sampai juga ke pantai.

Sejak saat itu, keduanya setiap hari memulai mata pencahariannya dengan menangkap ikan, beberapa tahun kemudian, mereka membangun rumah dan masing-masing telah berkeluarga dan memiliki anak serta memiliki kapal nelayan mereka sendiri. Mereka hidup dengan tentram dan bahagia.

Makna : Seseorang yang hanya melihat keuntungan di depan mata, akhirnya akan mendapatkan kegembiraan yang berumur pendek. Sementara seseorang dengan tujuan hidup yang tinggi, juga harus menghadapi realita kehidupan. Hanya dengan menggabungkan idealisme dan realitalah baru memungkinkan orang untuk menjadi sukses. Kadang-kadang, sebuah kebenaran yang sederhana, cukup untuk memberikan inspirasi kehidupan yang bermakna.

3. Seorang siswa Konfusius ketika sedang memasak bubur, menemukan barang kotor jatuh ke dalam panci bubur. Ia pun bergegas mengambilnya keluar dengan sendok. Ketika ingin membuangnya, tiba-tiba ia tersadar bahwa beras dan bubur sulit didapat, maka ia memakannya.

Kebetulan di saat itu Konfusius masuk ke dalam dapur dan berpikir bahwa siswa itu telah mencuri makanan, lalu memarahi siswa yang bertanggung jawab memasak tersebut. Setelah diberi penjelasan, semua orang pun mengerti duduk persoalannya. Konfusius dengan terharu berkata, “Hal-hal yang terlihat oleh mata kepala saya sendiri belum tentu benar, apalagi hanya mendengar ‘katanya’, ‘katanya’, ‘kata orang’ ?”

Makna : Pemasaran adalah bisnis yang bersifat organisatoris, karena menggunakan banyak orang, masalah personalia pun berlimpah. Kita sering mendengar kata-kata yang sulit dibedakan kebenaran ataupun kesalahannya, seperti perusahaan X menyerang perusahaan lain, kasus seperti ini seringkali membingungkan dan dapat memengaruhi kepercayaan. Jadi, dengan menemukan kebenaran dan tidak mudah memercayai rumor, akan membuat usaha yang telah didirikan dengan susah payah tidak mudah hancur begitu saja.

4. Ada seorang pelajar yang sudah ketiga kalinya datang ke kotaraja untuk mengikuti ujian negara, dan tinggal di sebuah penginapan langganannya.

Dua hari sebelum ujian ia bermimpi 3 kali, mimpi pertama adalah dirinya sedang menanam sawi di dinding, mimpi kedua adalah di saat hujan, ia mengenakan caping dan sekaligus memakai payung, mimpi ketiga adalah mimpi berbaring bersama dengan adik sepupu yang ia cintai, namun dalam posisi bertolak punggung. Ketiga mimpi itu tampaknya bermakna mendalam.

Keesokan harinya si pemuda tersebut mencari peramal nasib untuk mendapat penjelasan mengenai mimpinya. Peramal itu setelah mendengar ceritanya, langsung menepuk pahanya dan berkata, “Lebih baik Anda pulang saja. Coba Anda pikirkan, menanam sayur pada dinding tinggi berarti suatu pekerjaan yang sia-sia. Memakai caping dan payung bersamaan bukankah juga mubazir? Berbaring bersama sepupu di tempat tidur tapi saling bertolak punggung, bukankah berarti tidak ada permainan?”

Pelajar tersebut setelah mendengar menjadi frustrasi, ia kembali ke penginapan untuk berkemas mempersiapkan kepulangannya. Pemilik penginapan merasa heran dan bertanya, “Bukankah besok akan ujian, mengapa hari ini justru mau pulang kampung?”

Si pelajar lantas menceritakan apa yang terjadi, setelah mendengarnya, si pemilik penginapan malah menjadi gembira dan berucap, “Oh ya, saya juga bisa memaknai mimpi. Saya justru merasakan, sekali ini Anda harus tinggal. Coba Anda pikirkan, menanam sawi di dinding bukankah Anda akan berhasil? Memakai caping sekaligus payung bukankah berarti kali ini pasti persiapan Anda sudah bagus dan tak akan gagal. Tidur bertolak punggung bukankah berarti setelah Anda berhasil dan membalikkan tubuh berarti akan mendapatkannya?”

Setelah mendengar penjelasan tersebut si pelajar merasa perkataan orang itu lebih masuk akal, sehingga dengan penuh semangat ia mengikuti ujian dan ia benar-benar telah berhasil lulus.

Makna : Orang yang berpikiran positif, laiknya Matahari, pergi ke mana pun semuanya akan tersinari terang. Sebaliknya, orang yang berpikiran negatif, laiknya Bulan, ada saatnya terang (bulan purnama) dan gelap. Pikiran sekilas menentukan kehidupan kita, berpikiran yang bagaimana, akan menentukan masa depan Anda.

5. Di suatu malam, hari sudah sangat gelap, sepasang manula berjalan memasuki sebuah hotel, mereka ingin menyewa sebuah kamar. Resepsionis menjawab, “Maaf, hotel kami telah penuh dipesan, tidak ada kamar kosong.”

Namun melihat pasangan manula tersebut sudah sangat lelah, si resepsionis tidak tega melihat mereka harus mencari penginapan lain dalam kondisi selarut itu. Selain itu kota tersebut adalah sebuah kota kecil sehingga tampaknya semua penginapan sudah penuh dan tutup. Tidak mungkin membiarkan mereka pada larut malam seperti ini tidur di jalanan.

Karena kasihan akhirnya resepsionis yang baik hati itu membawa mereka ke sebuah kamar dan berkata, “Mungkin ini bukan yang terbaik, tapi sekarang yang bisa saya lakukan hanyalah ini.”

Di hadapan pasangan manula ini ternyata adalah sebuah kamar yang rapi dan bersih, maka menginaplah mereka dengan senang hati. Keesokan harinya, ketika mereka datang ke kasir hendak membayar, resepsionis itu mengatakan, “Tidak usah, saya hanya meminjamkan kamar saya kepada kalian menginap satu malam. Saya berharap perjalanan kalian menyenangkan.”

Rupanya demikian, si resepsionis sendiri semalaman tidak tidur, ia berjaga semalaman seorang diri di kasir depan. Pasangan manula itu sangat tersentuh dengan ketulusan gadis itu, lalu si kakek berkata, “Nak, Anda adalah resepsionis hotel terbaik yang pernah saya jumpai. Anda akan mendapatkan pahala.”

Resepsionis itu hanya tersenyum dan mengatakan tidak masalah, lalu mengantar mereka keluar pintu, kemudian berbalik dan melanjutkan pekerjaannya sendiri dan hal tersebut sama sekali telah terlupakan.

Tidak disangka pada suatu hari, si resepsionis menerima sepucuk surat yang di dalamnya berisi sebuah tiket sekali jalan ke New York dengan pesan singkat, mengundangnya untuk melakukan suatu pekerjaan lain. Maka terbanglah ia ke New York, sesuai dengan petunjuk surat itu ia datang ke suatu tempat, setelah mendongak, terlihat sebuah hotel berdiri megah di hadapannya.

Ternyata suami istri manula yang ia bantu mendapatkan kamar itu memiliki aset ratusan juta dollar. Orang kaya tersebut kemudian membeli sebuah hotel besar yang diperuntukkan bagi si resepsionis, karena merasa yakin bahwa ia akan mampu mengelola operasional hotel dengan baik. Inilah kisah legendaries dari manajer pertama Hotel Hilton, salah satu hotel yang paling terkenal di dunia.

Makna : Sesuatu dimulai dari pikiran bijaksana dari si resepsionis hotel yang penuh belas kasih, yakni: “Coba biarkan saya memikirkan caranya ……” Kehidupan dan pengalaman yang sukses membutuhkan logika yang ketat, penalaran wajar, dan konfi rmasi yang akurat. Selain itu, dengan mengandalkan kemanusiaan yang indah, akan menghasilkan detail yang mengharukan dan akhir bahagia yang tak terduga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s