Inspirasi : Bukan Cuma Masalah si Tikus!

Seekor tikus mengintip di balik celah di
tembok untuk mengamati sang petani dan
istrinya, saat membuka sebuah bungkusan.
Ada mainan pikirnya. Tapi dia terkejut
sekali, ternyata bungkusan itu berisi
perangkap tikus. Lari kembali ke ladang
pertanian itu, tikus itu menjerit memberi
peringatan, “Awas ada perangkap tikus di
dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus
di dalam rumah!”

Continue reading

Kenapa Gunung Meletus sering disertai Kilatan Petir?

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan.
Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara.
Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara.
Petir yang ada pada saat letusan gunung berapi, disebabkan oleh tabrakan dari debu vulkanik yang sangat banyak atau pekat.

Tetapi disebutkan bahwa, para peneliti sudah lama mengenal fenomena ini.

Kilatan-kilatan cahaya ‘berbulu’ itu memang bisa dihasilkan dari mulut kawah gunung berapi.
Petir atau kilatan itu biasanya dihasilkan dari badai guntur atau cuaca buruk lainnya. Tetapi, puing-puing awan yang berputar-putar dari gunung berapi juga bisa menciptakan petir.

Petir atau kilat dari gunung berapi itu berkaitan dengan peristiwa perputaran di dalam tubuh gunung, seperti fenomena tornado.
Saat perputaran itu terjadi, timbul tekanan ke atas menuju kawah seperti air yang menyembur keluar dengan materi dari dalam gunung, termasuk abu dalam jumlah besar.
Peristiwa itu bersamaan dengan keluarnya petir atau kilat dari dalam menuju bibir kawah.

Sumber :

http://geology.com/articles/volcanic-lightning/