Petak Umpet

Kututup mata didepan, atau barangkali di belakang,
pohon mangga dan menghitung satu dua tiga empat lambat hingga sepuluh.
Kubiarkan Kau berlari, menemukan jarak dan tempat sembunyi.
Ketika kau sudah aman, kucari kau sambil bernyanyi.
Kutahu, di suatu tempat, kau cemas menunggu…

Rasanya baru dua tiga bulan, bukan sepuluh, anak anak belum sempat menanggalkan diri dari kita.
Tapi, dia antara pohon mangga tempatku terpejam menghitung dan sunyi tempatmu sembunyi, telah dibentangkan jalanan.
Di dadanya. Orang-orang asing dan mesin mesin lalu lalang lebih cepat dari waktu, saling kejar mencari dan mencari dan mencari dan mencari jadi apa dan kenapa dan kapan??

Kau, meski tak lagi sembunyi, tak juga kutemukan,,,

barangkali kau suntuk menunggu, dan aku mulai cemas kehabisan lagu ,,untuk kunyanyikan….

M AAN MANSYUR