Einstein Salah? Kecepatan Cahaya Tidak Secepat Semula

EinsteinTeori relativitas Einstein menyebutkan, bahwa kecepatan objek apapun di alam semesta tidak ada yang dapat melampaui kecepatan cahaya, kecepatan cahaya adalah 299.791 kilometer per detik.

Melansir laporan media asing, teori relativitas Einstein mengatakan bahwa kecepatan cahaya adalah yang tercepat di alam semesta, dan tidak ada kecepatan benda apapun yang dapat melampaui kecepatan cahaya, kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah 186.282 mil per detik, atau sekitar 299.791 kilometer per detik,

Dr.James Franzen, peneliti dari University of Maryland mengatakan, bahwa kecepatan cahaya mungkin tidak secepat itu, kecepatan cahaya yang sebenarnya mungkin lebih lambat, hal ini karena faktor vakum yang membuat kecepatan cahaya sedikit lebih lambat. Dr. Franzen juga mengutip sebuah studi dan menemukan bahwa berdasarkan pengamatan terhadap supernova 1987 silam, ditemukan waktu foton supernova tersebut mencapai bumi melambat 4,7 jam.

Jika kesimpulan penelitian Dr.Franzen itu benar, berarti pemahaman kita tentang kecepatan cahaya itu keliru, sekaligus menyiratkan bahwa perkiraan kita sebelumnya tentang jarak benda langit di luar tata surya kita itu juga tidak akurat, terutama beberapa galaksi awal di alam semesta yang jaraknya sangat jauh dari sistem galaktik.

Teori kecepatan cahaya dari Einstein telah diterima oleh komunitas dunia, sejak 1905, Einstein mengemukakan teori fisika yang memengaruhi sejarah teknologi manusia, namun, lebih dari satu abad kemudian, kesimpulan hasil penelitian Dr. James Franzen dari University of Maryland menyebutkan bahwa kecepatan cahaya yang sesungguhnya itu lebih lambat dari yang kita ketahui.

Dr Franzen melakukan penelitian terhadap supernova SN 1987a, ia berusaha menyelidiki Neutrino dari letusan bintang tetap, yang merupakan partikel subatomik bermuatan netral, tapi terlambat selama 4,7 jam saat tiba di bumi. Sehubungan dengan kesimpulan ini, fisikawan di University of Maryland mengatakan bahwa perubahan dalam kecepatan cahaya mungkin karena masalah polarisasi vakum, dan fenomena tersebut berhubungan dengan foton yang didekomposisi menjadi positron dan electron.

Ditilik dari sudut pandangan mekanika kuantum, partikel virtual masih memiliki gaya gravitasi terhadap di antaranya, dan mekanisme tersebut mungkin yang menyebabkan gejala melambatnya kecepatan cahaya.

Jika hipotesis ini benar, berarti akan ada penundaan sekitar lima jam pada jarak 168.000 tahun cahaya, kita juga akan mengatur ulang terhadap perkiraan jarak benda langit di luar tata surya. Tesis Dr.Franzen saat ini telah disampaikan ke “New Physics Journal”.

Menurut teori relativitas Einstein, bahwa kecepatan cahaya dalam ruang hampa itu konstan, jika seorang musafir bergerak dengan kecepatan cahaya, maka ia dapat melakukan perjalanan 7,5 lingkaran di Khatulistiwa dalam tempo 1 detik, secara perbandingan, penumpang jet yang melintasi daratan Amerika Serikat membutuhkan waktu 4 jam.

Teori relativitas Einstein juga menunjukkan, bahwa tidak ada objek apa pun di alam semesta yang dapat melampaui kecepatan cahaya, jika memang kecepatan cahaya itu menjadi lambat, maka jarak benda langit di luar tata surya mungkin perlu diestimasi ulang.

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s