Apa bedanya, Pemimpin (Leader) dengan Pimpinan (Boss) ?

boss-vs-leader_264722-624x

Semua orang pada dasarnya di lahirkan sebagai pemimpin, meskipun tidak menjadi pemimpin bagi orang lain, kita akan tetap menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri. Khususnya bagi kita sebagai kader-kader Pamong Praja yang di didik untuk menjadi seorang pemimpin di dalam suatu pemerintahan.

Filosofi Landak

Hari itu, adalah musim salju yang paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.
Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua, agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.

Continue reading

Inspirasi : Bukan Cuma Masalah si Tikus!

Seekor tikus mengintip di balik celah di
tembok untuk mengamati sang petani dan
istrinya, saat membuka sebuah bungkusan.
Ada mainan pikirnya. Tapi dia terkejut
sekali, ternyata bungkusan itu berisi
perangkap tikus. Lari kembali ke ladang
pertanian itu, tikus itu menjerit memberi
peringatan, “Awas ada perangkap tikus di
dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus
di dalam rumah!”

Continue reading

Tentang Kemunafikan

1.Kemunafikan seseorang adalah suatu kenistaan.

2.Barangsiapa yang memujimu atas suatu kebaikan yang tidak ada padamu saat dia senang terhadapmu, maka dia akan mencelamu akan suatu keburukan yang tidak ada padamu saat dia membencimu.

3.Orang-orang munafik mempunyai tanda-tanda yang dapat dikenali, yaitu: penghormatan mereka adalah kutukan, makanan mereka adalah tuduhan, dan penghasilan mereka adalah korupsi. Mereka mengenal masjid hanya sebagai tempat pelarian, melakukan shalat hanya di akhir waktu. Mereka sombong, tidak mau bergaul dan tidak ikut dalam pergaulan. Provokator di malam hari, namun hiruk pikuk di siang hari.

4.Ambillah hikmah kapan saja ia mendatangimu. Sebab, ada kalanya hikmah itu berada di dalam dada seorang munafik, maka ia akan meronta-ronta sehingga ia menjadi tenang setelah kembali berada di dalam dada pemiliknya (orang Mu)

5.Ketahuilah bahwa orang yang memujimu atas apa yang tidak ada padamu, sesungguhnya dia juga menyampaikannya kepada orang lain selain dirimu, sedangkan pahala dan ganjarannya telah gugur darimu.

6.Hati-hatilah terhadap kemunafikan di dalam beragama.

7.Aku wasiatkan kalian, wahai hamba-hamba Allah, dengan ketakwaan kepada Allah, dan aku peringatkan kalian akan (bahaya) orang-orang munafik. Sebab, mereka adalah orang-orang yang sesat lagi menyesatkan, dan orang-orang yang tergelincir lagi menggelincirkan. Mereka adalah orang-orang yang berubah-ubah dalam bentuk yang beraneka warna (golongan), dan mereka berbicara tentang banyak hal. Mereka adalah kelompok setan dan anjing-anjing neraka. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi (QS 58:19).

8.Dalam keputusasaan terdapat penyia-nyiaan.

9.Janganlah engkau berputus asa jika doamu lambat dikabulkan, karena pemberian sesuai dengan kadar permintaan.

10.Keputusasaan lebih tercela daripada kesabaran.

11.Kesedihan dan kemarahan adalah dua pemimpin yang menuntut terjadinya suatu kejadian yang berlawanan dengan yang engkau sukai. Akan tetapi, sesuatu yang tidak engkau sukai, jika datangnya dari orang yang “di atasmu,” maka ia akan menyebabkan kesedihan; dan jika ia datangnya dari orang yang “di bawahmu,” maka ia akan menyebabkan kemarahanmu.

12.Menampakkan kebutuhan termasuk dari kelemahan semangat.

13.Jika engkau bersedih atas apa yang terlepas dari tanganmu, maka hendaklah engkau bersedih atas apa yang belum sampai kepadamu.

14.Ketidaksabaran ketika ditimpa suatu musibah adalah bagian dari lengkapnya cobaan itu sendiri.

15.Orang yang paling jelek keadaannya adalah yang luas pengetahuannya, kuat ambisinya, tetapi kecil kemampuannya.

Inspirasi : Rajawali , Hewan Bermental Baja

Apakah ciri-ciri burung rajawali?

Ciri yang utama dan terutama yaitu tidak takut badai.

Burung rajawali malah menantikan datangnya badai. Dia akan mengembangkan sayapnya, memperhatikan dengan pandangan visinya, kapan badai datang. Sebab dia akan menghadapinya dan menggunakan badai itu untuk melambung tinggi. Burung rajawali tidak mengepak-ngepakkan sayapnya, tetapi dia mengembangkan sayapnya.

Motivasi : Keseimbangan Hidup

nch
Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

“SEKALI LAYAR TERKEMBANG, SURUT KITA BERPANTANG!”

943667_571306366234963_278427252_n

Semua berawal dari sebuah organisasi, Pemuda Pancasila yang didirikan oleh IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 28 Oktober 1959 juga memiliki sejarah yang penuh warna dan dinamika. Fase pendiriannya di pengujung tahun 50-an ditandai dengan perjuangan politik untuk menyelamatkan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diamanatkan oleh Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pada fase inilah karakter organisasi dan orientasi ideologi Pemuda Pancasila terbentuk. Manifestasi dari karakter organisasi dan orientasi ideologis dimaksud tersermin dari sikap dan komitmennya yang teguh untuk tetap mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara dan perekat ke Bhinnekaan bangsa.
Continue reading

Lingkaran Waktu Yang Tiada Berujung

Lingkaran Waktu Yang Tiada Berujung

Betapa hebatnya waktu mengatur kita.

Ketika lonceng jam usai kerja berdering, tanpa diperintah segera kita berkemas.

Menyimpan kertas dan pensil dalam laci, lalu meninggalkannya jauh-jauh. Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk hari itu. Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkan mata.

Namun, esok hari, ketika lonceng jam mulai kerja berdentang,semua tumpukan masalah kita aduk, seolah ia terlampau banyak tidur semalam.

Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali. Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita.

Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur pikiran, emosi, dan perasaan kita. Karena waktu adalah lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu untuk mengatur kehidupan.

Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar. Kita heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan. Dan, semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu.

Maka, hanya mereka yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berujung.

 

Kisah Semut dan Lalat

Kisah Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

Continue reading

Belajar dari Padi

“Jadilah seperti padi, semakin berisi, semakin menunduk”,


Peribahasa yang demikian sering kita dengar, namun tak banyak dari kita yang mempraktekannya. Tak hanya peribahasa di atas yang dapat kita pelajari. So, read kindly, apply and enjoy it!

1. Pertama,

Kita belajar dari cara penanaman pada, yaitu menanamnya dengan cara berjalan mundur. Di sini, kita tidak belajar dari cara berjalannya yang mundur, karena dalam hidup kita diharuskan untuk maju dan semakin maju. Yang dapat kita pelajari ialah, seorang petani, berjalan mundur sedang matanya tertuju ke depan. Dari hal ini, kita mendapat nasehat penting, yaitu:  

Pandangan kita dalam sebuah kita kehidupan, haruslah memandang ke depan, dan melihat pekerjaan yang telah kita lakukan (dalam hal ini petani memandang pada padi yang sudah ia tanam di depannya, karena petani berjalan mundur saat menanam padi).

Dengan maksud, kita diharuskan: 
Bersyukur kepada Tuhan, atas pimpinannya pada apa yang telah kita lakukan. Dan jika disaat yang lalu, Tuhan telah menolong kita, percayalah bahwa hari depan Tuhan masih akan tetap menolong kita, (dalam hal ini, padi kita umpamakan sebagai hasil kerja kita bersama Tuhan). 

2. Kedua,

Saat tanaman padi bertumbuh, tumbuh pula ilalang bersamanya, pasti terdapat juga hama yang akan membuat pertumbuhan tanaman padi terganggu, dan membuat petani menyemprotkan pestisida dsb, untuk membunuh hama dan qulma. Begitupulah dengan kehidupan kita, saat kita bertumbuh secara psikis, akan selalu ada pribadi yang memang harus ada untuk membentuk karakter kita, dan kita akan dibuatnya merasa tidak nyaman dan cenderung mengekspresikan 5 emosi dasar yang ada secara tak terkontrol. Mengutip kata seorang motivator yang berkata, 

Pribadi yang direncanakan naik, akan selalu diganggu untuk turun”

Dengan pengertian, kita semua diciptakan untuk naik (dalam kondisi lebih mulia), lalu datanglah si jahat untuk membuat kita terjatuh dan berbalik dari rencana indah Tuhan. Namun, jika kita tidak merasakan ada gangguan atau godaan, segaralah sadar! Karena kemungkinan hati nurani kita telah tumpul dan menganggap hal yang salah (dosa) itu sebagai suatu yang biasa kita lakukan, bukan lagi sebagai suatu yang membuat kita terpuruk. Namun, jika kita merasa berada pada tempat, dimana kita diuji sebagai pembentukan karakter kita,  Tuhan akan menolong kita dan membuat semua pengganggu kita menjadi tangga naik kita dan hidup kita lebih berkualitas.

3. Ketiga,
Padi telah cukup masak dan berisi sehingga membuat padi itu menunduk. Hal inilah telah kita ketahui, seperti yang sudah saya tulis tadi. Namun, tetap saja kita mengenal dengan benar apa yang dimaksud dengan padi yang berisi tersebut menunduk atau orang yang rendah hati itu seperti yang bagaimana? Sederhananya,  orang yang rendah hati jarang sekali mengambil contoh dirinya sendiri untuk menasehati orang lain, dan menganggap bahwa ia jauh lebih baik. 

4. Keempat,
Pasa penuaian dan saat petani akan menampih kita. Sebuah tanaman padi bila bertahan sebagai orang yang rendah hati dalam masa ujian sekalipun, akan membuat hati petani menjadi senang. Hal demikian juga terjadi dalam kehidupan kita. Mampukah kita survive, sampai Tuhan menuai kita dari dunia dan menempatkan kita di sorga?

Begitulah, apa yang bisa saya bagikan kepada anda untuk menginspirasikan hidup anda.

So, nasehatnya:
Bersyukurlah kepada apapun yang telah diperbolehkan Tuhan dalam hidup kita. Bahkan dari sebuah tanaman yang IA telah ciptakan dapat membuat kita lebih mengerti tentang kehidupan. Dan percayalah selalu, bahwa rancangan Tuhan ialah rancangan damai sejahtera!

Sumber

Wallahu a’lam bish-shawabi… (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)

Toleransi

“Aku mentolerir segelintir orang yg berbeda perspektifnya denga cara pandang ku, baik itu berdasarkan karena ketidaktahuan atau karena memang suatu ijtihad, bahkan lebih dari itu aku mendoakan semoga ia tercatat dalam suatu ganjaran pahala karena niatnya, meski dalam keadaan tidak tahu”

 

~ As-Syahid As-Syaikh

Tips Menyelesaikan Skripsi untuk Mahasiswa Kebanyakan

kerjakan-skripsi

Jika Anda bukan mahasiswa kebanyakan, mungkin tulisan ini tidak banyak manfaatnya. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh membacanya. Yang jelas, tips ini saya buat untuk dibaca dan dipahami oleh mahasiswa kebanyakan. Ini adalah tips untuk orang kebanyakan dari orang kebanyakan sehingga harapannya lebih mudah dimengerti :) Tulisan ini adalah rangkuman twit saya dengan topik #TipsSkripsi sehingga mungkin ada penulisannya yang tidak sesuai EYD. Mohon dipahami dan silakan fokus pada isi dan pesannya.

  1. Saya ingat kata-kata Anies Baswedan “Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai”. Tidak cukup kalau sekedar punya IDE skripsi yang hebat :)
  2. Pada akhirnya, skripsi adalah sebuah buku yang terjilid rapi. Ide-ide hebat itu penting tapi skripsi adalah soal menulis.
  3. Cara terbaik menemukan topik skripsi adalah dengan membaca skripsi/penelitian yang sudah ada sebelumnya.
  4. Sejak semester awal, baca skripsi kakak kelas. Jangan bingung kalau tidak paham semuanya. Wajar. Setidaknya jadi terbiasa
  5. Sebaiknya punya satu buku (atau file) yang isinya rangkuman skripsi yang sdh dibaca dari awal sehingga terdokumentasi
  6. Buku itu berisi: judul, penulis, tahun, dan deskripsi singkat isi skripsi. Bisa buat dalam tabel seperti ini. Seminggu 1 skripsi.
  7. Menjelang skripsi, kamu sudah akan punya bayangan tema besar skripsi yang diminati. Bacalah skripsi yang satu tema.
  8. Dengan membaca skripsi/penelitian itu kamu akan tahu apa yang sudah dilakukan orang lain dan apa yang belum dilakukan.
  9. Dengan membaca jadi tahu apa yang sudah ada sehingga tahu apa yang belum ada (celah/gap) lalu bisa isi celah itu dengan usulan penelitian.
  10. Tanpa pernah membaca penelitian lain, mustahil kamu bisa usulkan “ini adalah topik yang baru dan belum pernah dilakukan”
  11. Ingat “kita tidak tahu ke mana harus melangkah jika kita lupa dari mana kita berasal” skripsi juga begitu :)
  12. Selain mencari sendiri, topik skripsi juga bisa diberikan oleh dosen. Ini lebih mudah tapi juga tidak gampang.
  13. Kalau mau cari topik dari dosen, dekati dan amati dosen yang bidangnya kamu minati. Proaktiflah. Tanya pd beliau.
  14. Kalau topik dari dosen, tanya bahan bacaan agar bs bilang “sdh dilakukan penelitian a, b, c dll tapi topik z ini belum diteliti”
  15. Intinya dari manapun topik skripsi itu, HARUS bisa dijamin topik itu baru dengan menunjukkan topik-topik lain yang sdh ada.
  16. Tapi jangan khawatir berlebihan. Ini ‘cuma’ skripsi kok. Kamu tidak sedang nulis untuk menang hadiah Nobel. Santai aja :)
  17. Topik baru itu bukan berarti harus benar-benar belum pernah ada. Bisa saja itu pernah diteliti tapi kamu lihat dari sisi lain.
  18. Kalau ada skripsi lain tentang sesuatu yang kamu suka, bisa saja topik kamu sama tapi pendekatan/data/aplikasi beda :)
  19. Kamu bilang “sdh dilakukan penelitian sejenis bla bla bla tapi penelitian ini akan gunakan pendekatan/data/aplikasi beda”
  20. Bisa saja skripsi kamu menguji temuan dalam skripsi sebelumnya jika diterapkan di kawasan lain atau dengan data berbeda.
  21. Biasanya di setiap universitas ada petunjuk skripsi termasuk templatenya. Gunakan itu untuk proposal dan skripsi
  22. Kalau tidak ada petunjuk, ikuti pola/struktur skripsi/proposal kakak kelas. Yang ditiru polanya, bukan isinya
  23. Dalam membuat proposal, pastikan ada fakta dan fenomena yang diamati lalu penelitian-penelitian yang sdh ada dan apa yang belum ada
  24. Selanjutnya sampaikan “dengan memperhatikan fakta, fenomena dan penelitian lain, maka diusulkan topik X dalam skripsi ini”
  25. Proposal peneliti harus tunjukkan bahwa dia paham apa yang sdh ada, tahu apa yang belum ada lalu idenya mengisi yang belum ada itu
  26. Tunjukkan Bagaimana caranya mengisi yang belum ada itu (metodologi), dengan apa? (Bahan/data/alat)
  27. Lalu apa hasil yang diharapkan dari proses itu dan apa manfaatnya. Pastikan ini juga disampaikan saat presentasi proposal
  28. Tips saat presentasi proposal skripsi pernah dikultwitkan oleh @geodesiugm dalam tagar #SemPro. Silakan simak :)
  29. Dalam membuat skripsi, kerjasama dengan dosen sangat penting. Kenali dosen kamu. Beda dosen beda perilaku. Perhatikan!
  30. Idealnya dosen harus jadi motivator dan inspirator. Dosen belum tentu paham semua hal secara teknis. Sadarilah :)
  31. Jangan harap dosen selesaikan semua masalahmu. Tugasnya bukan itu tapi memberi arahan saja.
  32. Pastikan hubungan dekat dengan dosen. Kadang dosen tidak menyenangkan tapi menghindari dosen adalah awal kegagalan skripsi.
  33. Sebaliknya, dosen harus mampu menjadi menjaga semangat mahasiswa, tidak justru mematikannya dengan komentar negatif.
  34. Akan ada masa-masa suram dalam skripsi. Tips saya, jangan hindari dosen, Seberapapun seremnya. Dia pasti ingin kamu lulus.
  35. Sadarilah tidak ada yang bisa selesaikan semua hal sendiri. Jangan sungkan bertanya pada teman atau siapapun.
  36. Saat skripsi, saya tanya pada dosen jurusan lain, tanya pd teman fakultas lain, kursus singkat juga. Tempuh semua cara baik.
  37. Ingat, betapapun ‘jahat’ kesannya. Pembimbing adalah temanmu, bukan musuh. Dia ada untuk meluluskanmu. Hadapi!!!
  38. Saat masa suram, paksakan diri untuk tetap ke kampus. Di sana ada aura positif untuk membangkitkanmu kembali.
  39. Saat masa suram, berdiam diri di kos sambil main game memang nyaman tapi itu hanya memperbesar rasa bersalah.
  40. Inti dari keluar dari masa suram adalah tega pada diri sendiri untuk membuatnya ‘menderita’ dan ‘tidak nyaman’
  41. Skripsi adalah sebuah cerita. Belajarlah menulis sesuatu yang mengalir. Belum bisa? Banyak membaca dan latihan
  42. Ngetwit dan bikin status FB itu bagus tapi kalau hanya mengandalkan itu, kamu tidak akan terlatih bercerita panjang
  43. Kamu terbiasa dengan potongan-potongan info pendek dan kepribadianmu telah terbentuk demikian tapi skripsi adalah cerita panjang
  44. Suka tidak suka, skripsi bukan twit, bukan status FB yang berupa pecahan info random. Sadari dan latihlah dari sekarang
  45. Menulis blog adalah salah satu sarana berlatih menulis panjang yang runut dan lengkap untuk latihan skripsi
  46. Meski panjang, skripsi bisa dipecah-pecah jadi bagian pendek sehingga kamu tidak gentar duluan dalam menulis
  47. Bagaimana cara makan seekor sapi? Potong jadi bagian-bagian kecil :)skripsi yang tebal juga begitu. Pecah jadi bagian-bagian kecil.
  48. Penting sekali membuat kerangka skripsi yang lengkap dan detil sehingga kamu bisa kerjakan sediki demi sedikit.
  49. Pada akhirnya, skripsi adalah hasil kerja keras. Skripsi untuk yang tekun/rajin, bukan yang pintar/genius.
  50. Saat cari ide, kecerdasan dan kreativitas memang penting tapi saat menyelesaikan skripsi kamu harus rajin dan tekun.
  51. Kadang kamu pilih pembimbing karena dia hebat di bidangnya. Sadarilah, orang hebat itu sibuk karena dibutuhkan di mana-mana.
  52. Tugas dosen: ngajar, meneliti, pengabdian pd masyarakat. Kamu bukan satu-satunya yang diurusin. Buatlah kesepakatan kerja!
  53. Tidak semua dosen adalah manajer yang baik. Saya mungkin termasuk salah astunya. Kamu harus bantu agar skripsi lancar.
  54. Misal bantu dosen bisa ngoreksi skripsi dengan cepat dengan menunjukkan bagian-bagian yang perlu dikoreksi dan bagian yang sudah.
  55. Kalau ada koreksi berupa tulis tangan, simpan dengan baik jangan sampai hilang. Saat nyerahkan koreksian kamu juga harus ada arsip.
  56. Memang ngeselin tapi ada kok kejadian dosen menghilangkan draft skripsi mahasiawanya :( Antisipasi dengan arsip yang bagus.
  57. Dosen juga manusia yang bisa teledor. Sayangnya, kalau ada kejadian, lebih sering mahasiswa yang jadi repot. Makanya antisipasi ya.
  58. Lakukan pertemuan rutin meskipun kemajuan tidak ada. Ini penting untuk memotivasi tetap kerja. Daripada malu, ya nggak? :)
  59. Sekali lagi ingat, skripsi adalah tulisan, bukan hanya model, bukan hanya ide-ide cemerlang, bukan hanya penemuan yang menggemparkan.
  60. Mengutip lagi Mas @aniesbaswedan “Skripsi yang baik adalah yang selesai”. Semoga ini bermanfaat. Terima kasih :)

“Eagle Flies, Chicken Stays”

Gambar
Diceritakan dahulu kala terdapat seekor elang dan seekor ayam yang bersahabat bersama. Meskipun sang elang dapat menerkam ayam, tapi hal itu tidak dilakukannya, dan mereka pun memilih bersahabat bersama.Setiap kali sang elang terbang, si ayam selalu lari pontang-panting. Terkadang si ayam baru terbang sedikit, tapi sudah ngos-ngosan dan elang pun merasa kasihan.

Suatu ketika si ayam meminta sang elang untuk mengajaknya terbang tinggi sampai ke ujung langit dan sang elang pun menyetujuinya. Tapi sayangnya, belum sampai diujung langit si ayam sudah mulai takut akan ketinggian, perutnya mual dan ia mendesak sang elang untuk menurunkannya.

Begitu turun, sampailah mereka di sebuah peternakan dan bertemu dengan paman sapi. Paman sapi ini sangat baik sekali dan rela berbagi makanan dengan si ayam. Si ayam pun heran, kok ada yah tempat yang begitu enaknya seperti ini? Tidak perlu berburu untuk mencari makan, semuanya sudah tersedia dengan melimpah di sini.

Begitu sang elang mengajak ayam untuk terbang lagi, si ayam pun menolak. Pikirnya buat apa bersusah payah melawan ketinggian demi mencari makan, toh di peternakan ini semuanya sudah tersedia dengan melimpah. Sejak saat itu persahabatan mereka pun berakhir, sang elang memutuskan untuk terbang lebih tinggi lagi dan si ayam pun memutuskan untuk tinggal dengan jaminan makanan yang ada di peternakan itu.

Suatu ketika, si ayam mendengar bahwa ibu petani ingin makan ayam hari itu. Mendengarnya, si ayam pun lari pontang-panting, namun apa daya badannya yang kegemukan karena banyak makan tak mampu membawanya pergi jauh. Akhirnya si ayam pun tertangkap dan berakhir di meja makan.

Manakah jiwa yang anda pelihara?

Dari cerita di atas, kita dapat mengambil pelajan, “hewan” seperti apakah yang sedang anda pelihara di dalam jiwa anda? Apakah anda sedang memelihara elang? atau memelihara ayam?

Elang adalah hewan yang sangat susah dikandangkan, ia memilih berburu sendiri dan terbang semakin tinggi ketika badai datang. Elang adalah simbol pejuang, entrepreneur dan para professional yang berkelana dengan helicopter view untuk selalu mencari tantangan baru yang dapat membuatnya terbang lebih tinggi. Ia mampu menerkam peluang secepat kilat, larinya cepat, DNA-nya terbentuk dari mengamati, belajar dan berbuat. Elang adalah risk taker, penjelajah yang berani meski berangkat sendirian.

Sedangkan ayam adalah makhluk kandangan. Ia lebih senang berada pada zona nyaman yang membuat mereka “aman” dengan segala fasilitas yang diberi, yang membuat mereka tetap bisa bermalas-malasan tanpa evaluasi dari pihak lain. Sekelompok ayam ini bisa kita lihat dari kebanyakan mereka yang bekerja di sektor pelayanan pemerintah. Walaupun diberi makanan yang berkecukupan, ayamnya penyakitan, kerjanya malas, matanya redup dan terkadang tiduran.

Saya tidak berkata bahwa semua yang bekerja di sektor pelayanan pemerintah itu bermental ayam, tapi sejauh yang saya temui sampai saat ini, kebanyakan penghuninya bermental ayam seperti yang saya jelaskan di atas.

Untuk itu, janganlah mudah kita dimanjakan keadaan yang lama-lama membuat kita bermental ayam. Terbanglah setinggi mungkin, tangkap peluang secepat kilat dan beranilah mengambil resiko untuk berburu sendirian. Semoga kita semua mampu memelihara elang di dalam jiwa kita.

Gambar