Darah Juang Mahasiswa (Pesan Sang Ibu).MP3

darah juang

Tatkala aku menyarungkan pedang
Dan bersimpuh di atas pangkuannya,
Tertumpah rasa kerinduanku pada sang Ibu
Tangannya yang halus mulus membelai kepalaku,
bergetarlah seluruh jiwa ragaku
Musnahlah seluruh api semangat juangku

Namun sang Ibu berkata :
Anakku sayang, apabila kakimu sudah melangkah di tengah padang,
tancapkanlah kakimu dalam-dalam
dan tetaplah terus bergumam
sebab gumam adalah mantra dari dewa-dewa,
gumam mengandung ribuan makna.
Apabila gumam sudah menyatu dengan jiwa raga,
maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan!
Yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar!!
yang nantinya akan mampu merobohkan istana yang penuh kepalsuan!!
gedung-gedung yang dihuni kaum munafik!!
Tatanan negeri ini sudah hancur Anakku
Dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini

Mereka hanya bisa bersolek di depan kaca
tapi membiarkannya punggungnya penuh noda
dan penuh lendir hitan yang baunya kemana mana
Mereka selalu menyemprot kemaluannya denang parfum luar negeri
Di luar berbau wangi di dalam penuh dengan bakteri
Dan hebatnya sang penguasa negeri ini, pandai bermaniin akrobat
Tubuhnya mampu dilipat-lipat yang akhirnya
pantat dan kemaluannya sendiri mampu dijilat-jilat!

Anakku apabila pedang sudah dicabut
janganlah surut, janganlah bicara soal menang dan kalah,
sebab menang dan kalah hanyalah mimpi-mimpi,
mimpi-mimpi muncul dari sebuah keinginan,
Keinginan hanyalah sebuah khayalan ,
yang akan melahirkan harta dan kekuasaan.
Harta dan kekuasaan hanyalah balon-balon sabun yang terbang di udara!

Anakku asahlah pedangmu,
ajaklah mereka bertarung di tengah padang,
lalu tusukkan pedangmu di tengah-tengah selangkangan mereka!!
Biarkan darah tertumpah di negeri ini!!”
Satukan gumammu menjadi revolusi!!!
 
*
*
*
 

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat…

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berjanji…

Download lagu Darah Juang (Pesan Sang Ibu) DISINI!!

 

Tips Menyelesaikan Skripsi untuk Mahasiswa Kebanyakan

kerjakan-skripsi

Jika Anda bukan mahasiswa kebanyakan, mungkin tulisan ini tidak banyak manfaatnya. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh membacanya. Yang jelas, tips ini saya buat untuk dibaca dan dipahami oleh mahasiswa kebanyakan. Ini adalah tips untuk orang kebanyakan dari orang kebanyakan sehingga harapannya lebih mudah dimengerti :) Tulisan ini adalah rangkuman twit saya dengan topik #TipsSkripsi sehingga mungkin ada penulisannya yang tidak sesuai EYD. Mohon dipahami dan silakan fokus pada isi dan pesannya.

  1. Saya ingat kata-kata Anies Baswedan “Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai”. Tidak cukup kalau sekedar punya IDE skripsi yang hebat :)
  2. Pada akhirnya, skripsi adalah sebuah buku yang terjilid rapi. Ide-ide hebat itu penting tapi skripsi adalah soal menulis.
  3. Cara terbaik menemukan topik skripsi adalah dengan membaca skripsi/penelitian yang sudah ada sebelumnya.
  4. Sejak semester awal, baca skripsi kakak kelas. Jangan bingung kalau tidak paham semuanya. Wajar. Setidaknya jadi terbiasa
  5. Sebaiknya punya satu buku (atau file) yang isinya rangkuman skripsi yang sdh dibaca dari awal sehingga terdokumentasi
  6. Buku itu berisi: judul, penulis, tahun, dan deskripsi singkat isi skripsi. Bisa buat dalam tabel seperti ini. Seminggu 1 skripsi.
  7. Menjelang skripsi, kamu sudah akan punya bayangan tema besar skripsi yang diminati. Bacalah skripsi yang satu tema.
  8. Dengan membaca skripsi/penelitian itu kamu akan tahu apa yang sudah dilakukan orang lain dan apa yang belum dilakukan.
  9. Dengan membaca jadi tahu apa yang sudah ada sehingga tahu apa yang belum ada (celah/gap) lalu bisa isi celah itu dengan usulan penelitian.
  10. Tanpa pernah membaca penelitian lain, mustahil kamu bisa usulkan “ini adalah topik yang baru dan belum pernah dilakukan”
  11. Ingat “kita tidak tahu ke mana harus melangkah jika kita lupa dari mana kita berasal” skripsi juga begitu :)
  12. Selain mencari sendiri, topik skripsi juga bisa diberikan oleh dosen. Ini lebih mudah tapi juga tidak gampang.
  13. Kalau mau cari topik dari dosen, dekati dan amati dosen yang bidangnya kamu minati. Proaktiflah. Tanya pd beliau.
  14. Kalau topik dari dosen, tanya bahan bacaan agar bs bilang “sdh dilakukan penelitian a, b, c dll tapi topik z ini belum diteliti”
  15. Intinya dari manapun topik skripsi itu, HARUS bisa dijamin topik itu baru dengan menunjukkan topik-topik lain yang sdh ada.
  16. Tapi jangan khawatir berlebihan. Ini ‘cuma’ skripsi kok. Kamu tidak sedang nulis untuk menang hadiah Nobel. Santai aja :)
  17. Topik baru itu bukan berarti harus benar-benar belum pernah ada. Bisa saja itu pernah diteliti tapi kamu lihat dari sisi lain.
  18. Kalau ada skripsi lain tentang sesuatu yang kamu suka, bisa saja topik kamu sama tapi pendekatan/data/aplikasi beda :)
  19. Kamu bilang “sdh dilakukan penelitian sejenis bla bla bla tapi penelitian ini akan gunakan pendekatan/data/aplikasi beda”
  20. Bisa saja skripsi kamu menguji temuan dalam skripsi sebelumnya jika diterapkan di kawasan lain atau dengan data berbeda.
  21. Biasanya di setiap universitas ada petunjuk skripsi termasuk templatenya. Gunakan itu untuk proposal dan skripsi
  22. Kalau tidak ada petunjuk, ikuti pola/struktur skripsi/proposal kakak kelas. Yang ditiru polanya, bukan isinya
  23. Dalam membuat proposal, pastikan ada fakta dan fenomena yang diamati lalu penelitian-penelitian yang sdh ada dan apa yang belum ada
  24. Selanjutnya sampaikan “dengan memperhatikan fakta, fenomena dan penelitian lain, maka diusulkan topik X dalam skripsi ini”
  25. Proposal peneliti harus tunjukkan bahwa dia paham apa yang sdh ada, tahu apa yang belum ada lalu idenya mengisi yang belum ada itu
  26. Tunjukkan Bagaimana caranya mengisi yang belum ada itu (metodologi), dengan apa? (Bahan/data/alat)
  27. Lalu apa hasil yang diharapkan dari proses itu dan apa manfaatnya. Pastikan ini juga disampaikan saat presentasi proposal
  28. Tips saat presentasi proposal skripsi pernah dikultwitkan oleh @geodesiugm dalam tagar #SemPro. Silakan simak :)
  29. Dalam membuat skripsi, kerjasama dengan dosen sangat penting. Kenali dosen kamu. Beda dosen beda perilaku. Perhatikan!
  30. Idealnya dosen harus jadi motivator dan inspirator. Dosen belum tentu paham semua hal secara teknis. Sadarilah :)
  31. Jangan harap dosen selesaikan semua masalahmu. Tugasnya bukan itu tapi memberi arahan saja.
  32. Pastikan hubungan dekat dengan dosen. Kadang dosen tidak menyenangkan tapi menghindari dosen adalah awal kegagalan skripsi.
  33. Sebaliknya, dosen harus mampu menjadi menjaga semangat mahasiswa, tidak justru mematikannya dengan komentar negatif.
  34. Akan ada masa-masa suram dalam skripsi. Tips saya, jangan hindari dosen, Seberapapun seremnya. Dia pasti ingin kamu lulus.
  35. Sadarilah tidak ada yang bisa selesaikan semua hal sendiri. Jangan sungkan bertanya pada teman atau siapapun.
  36. Saat skripsi, saya tanya pada dosen jurusan lain, tanya pd teman fakultas lain, kursus singkat juga. Tempuh semua cara baik.
  37. Ingat, betapapun ‘jahat’ kesannya. Pembimbing adalah temanmu, bukan musuh. Dia ada untuk meluluskanmu. Hadapi!!!
  38. Saat masa suram, paksakan diri untuk tetap ke kampus. Di sana ada aura positif untuk membangkitkanmu kembali.
  39. Saat masa suram, berdiam diri di kos sambil main game memang nyaman tapi itu hanya memperbesar rasa bersalah.
  40. Inti dari keluar dari masa suram adalah tega pada diri sendiri untuk membuatnya ‘menderita’ dan ‘tidak nyaman’
  41. Skripsi adalah sebuah cerita. Belajarlah menulis sesuatu yang mengalir. Belum bisa? Banyak membaca dan latihan
  42. Ngetwit dan bikin status FB itu bagus tapi kalau hanya mengandalkan itu, kamu tidak akan terlatih bercerita panjang
  43. Kamu terbiasa dengan potongan-potongan info pendek dan kepribadianmu telah terbentuk demikian tapi skripsi adalah cerita panjang
  44. Suka tidak suka, skripsi bukan twit, bukan status FB yang berupa pecahan info random. Sadari dan latihlah dari sekarang
  45. Menulis blog adalah salah satu sarana berlatih menulis panjang yang runut dan lengkap untuk latihan skripsi
  46. Meski panjang, skripsi bisa dipecah-pecah jadi bagian pendek sehingga kamu tidak gentar duluan dalam menulis
  47. Bagaimana cara makan seekor sapi? Potong jadi bagian-bagian kecil :)skripsi yang tebal juga begitu. Pecah jadi bagian-bagian kecil.
  48. Penting sekali membuat kerangka skripsi yang lengkap dan detil sehingga kamu bisa kerjakan sediki demi sedikit.
  49. Pada akhirnya, skripsi adalah hasil kerja keras. Skripsi untuk yang tekun/rajin, bukan yang pintar/genius.
  50. Saat cari ide, kecerdasan dan kreativitas memang penting tapi saat menyelesaikan skripsi kamu harus rajin dan tekun.
  51. Kadang kamu pilih pembimbing karena dia hebat di bidangnya. Sadarilah, orang hebat itu sibuk karena dibutuhkan di mana-mana.
  52. Tugas dosen: ngajar, meneliti, pengabdian pd masyarakat. Kamu bukan satu-satunya yang diurusin. Buatlah kesepakatan kerja!
  53. Tidak semua dosen adalah manajer yang baik. Saya mungkin termasuk salah astunya. Kamu harus bantu agar skripsi lancar.
  54. Misal bantu dosen bisa ngoreksi skripsi dengan cepat dengan menunjukkan bagian-bagian yang perlu dikoreksi dan bagian yang sudah.
  55. Kalau ada koreksi berupa tulis tangan, simpan dengan baik jangan sampai hilang. Saat nyerahkan koreksian kamu juga harus ada arsip.
  56. Memang ngeselin tapi ada kok kejadian dosen menghilangkan draft skripsi mahasiawanya :( Antisipasi dengan arsip yang bagus.
  57. Dosen juga manusia yang bisa teledor. Sayangnya, kalau ada kejadian, lebih sering mahasiswa yang jadi repot. Makanya antisipasi ya.
  58. Lakukan pertemuan rutin meskipun kemajuan tidak ada. Ini penting untuk memotivasi tetap kerja. Daripada malu, ya nggak? :)
  59. Sekali lagi ingat, skripsi adalah tulisan, bukan hanya model, bukan hanya ide-ide cemerlang, bukan hanya penemuan yang menggemparkan.
  60. Mengutip lagi Mas @aniesbaswedan “Skripsi yang baik adalah yang selesai”. Semoga ini bermanfaat. Terima kasih :)

MENGENAL TIPE-TIPE MAHASISWA UNGGUL

Kampus, sebuah laboratorium tempat sivitas akademika (baca : mahasiswa) bereksperimen dan bertransformasi menjadi pribadi yang unggul. Banyaknya variabel yang bisa dimainkan, membuat profil mahasiswa pun menjadi beragam. Walaupun tidak mewakili semua, secara umum mahasiswa terbagi dalam beberapa kategori jenis keunggulan.

Gambar

Tipe pertama adalah mahasiswa dengan prestasi akademik yang unggul (academic excellence student). Mahasiswa tipe ini biasanya memiliki indeks prestasi kumulatif lebih dari 3.5 (cumlaude) dan lulus dengan waktu yang cepat, menjadi asisten mata kuliah atau praktikum, penelitian maupun proyek dosen, hingga mewakili kampusnya dalam berbagai kompetisi ilmiah nasional dan internasional. Muhammad Khoiruddin Rajulaini dari Teknik Industri Undip danEva Dwi Mayrani dari Ilmu Keperawatan Undip adalah contoh dari tipe mahasiswa ini. Keduanya yang merupakan mahasiswa penerima beastudi etos angkatan 2009 ini, ber-IPK cumlaude serta pernah mendapat IP sempurna 4.   Tidak hanya itu, mereka pun banyak mengharumkan kampus mereka dengan menorehkan prestasi dalam kompetisi akademik, seperti Rajulaini yang menjadi mahasiswa berprestasi (Mawapres) Undip 2012 atau Eva yang berhasil mendapatkan peringkat 1 nasional dalam nursing skill competition yang baru saja digelar. Selama kuliah, dosen cenderung bersimpati dengan mahasiswa berprestasi akademik baik. Setelah lulus, IPK tinggi plus surat rekomendasi dosen, bisa menjadi daya tawar untuk meraih beasiswa pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tipe kedua adalah mahasiswa dengan aktivitas dan keterampilan organisasi  yang luar biasa (organizational excellence student). Mahasiswa jenis ini menginvestasikan sebagian besar waktunya terjun aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Tipe mahasiswa ini dipastikan update beberapa isu hangat lokal, nasional maupun internasional. Beragamnya organisasi  di kampus menjadi tempat yang sesuai untuk membangun jaringan, meningkatkansoftkill, meningkatkan kapasitas diri dan mempertajam spesialisasi bahkan mengembangkan kemampuan diri di luar bidang ilmu yang sedang dipelajari. Mahasiswa yang tergolong dalam kelompok kedua ini akan lebih supel dalam bergaul. Punya banyak teman lintas batas, meliputi antar-jurusan, antar-angkatan, antar universitas, hingga alumni, pejabat hingga pengusaha. Siti Aminah Yendi dan Verra Okti Purwananti yang berasal dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip ini merupakan contoh dari tipe mahasiswa yang kedua. Mahasiswa yang juga penerima beastudi etos 2009 ini sangat all out  dalam organisasi mahasiswa yang digeluti. Luar biasanya, Yendi yang totalitas di UKM Racana Undip sebagai pemangku adat dan Verra sebagai Ketua BEM Fakultas ini juga merupakan para finalis Kompetisi Mahasiswa Berprestasi Undip.

Tipe ketiga adalah mahasiswa yang mandiri secara finansial (financially independent excellence student). Menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan penghasilan sendiri tanpa “disubsidi” oleh orang tua atau keluarga. Penghasilan mereka bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah! Ada dua jenis mahasiswa tergolong tipe ini yakni (1) mereka yang senang berwirausaha dan (2) mereka yang suka bekerja. Banyak mahasiswa terbukti “born to sell”, memiliki sense bisnis yang kuat. Berbisnis gerai makanan, cinderamata, jasa laundry dan sebagainya. Atau memanfaatkan keahlian untuk mendapatkan penghasilan. Bagi mahasiswa tipe ketiga ini, kuliah sambil mencari uang memberi pengalaman yang berharga sekaligus mendewasakan.Listia Prasanti, mahasiswa Psikologi Undip dan Purwoyo, mahasiswa teknik kimia Undip adalah sebagian dari mahasiswa bertipe tiga. Listia yang selain aktif sebagai senat mahasiswa fakultas psikologi ini juga seorang internet marketer pengelola business online maupun bisnis yang lain. Demikian juga purwoyo, senat mahasiswa universitas ini sangat handal di bidang edukasi sebagai guru privat pelajar sekolah, tidak sedikit siswa yang mempunyai prestasi akademik sangat bagus setelah mendapatkan bimbingan dan arahan darinya. Kedua mahasiswa yang bisa mendapat penghasilan jutaan perbulan ini juga merupakan penerima beastudi etos Semarang 2009.

Selain ketiga tipe mahasiswa tersebut, ada juga tipe keempat yaitu mahasiswa yang  unggul dalam spesialisasi keahlian tertentu baik sejalan dengan disiplin ilmu maupun di luar bidang akademiknya (Spesialized Student). Sebut saja misalnya Puji Norbawa, ketua 1 senat KM Undip dan juga finalis mawapres Undip ini merupakan mahasiswa FPIK Undip yang unggul dalam penelitian khususnya yang menyangkut dengan microalgae. Kabarnya penelitiannya menuai banyak apresiasi dari kalangan dosen bahkan ada dosen yang membawa produk risetnya untuk dianalisis lanjutan di Perancis. Ada juga Khaerudin, mahasiswa Teknik Sipil Undip ini ahli dalam desain grafis dan menguasai banyak software computer yang berkaitan dengan bidang ini. Keahliannya membuatnya sering diundang dalam acara pelatihan mahasiswa dan juga menjadi penerima hibah Program Mahasiswa Wirausaha dibidangcreativepreneur. Ada juga yang unggul dalam writing skil, seperti Ahmad Zakaria, mahasiswa Teknik Elektro Undip yang berhasil memenangkan banyak kompetisi menulis diantarnya juara 1 esai INDEGENUS Unsoed dan juara 2 menulis esai HIFEST UI. Mahasiswa yang unggul dalam bidang elektronika pun juga ada, seperti mahasiswa yang akrab dipanggil Noor Cahyo. Walaupun kuliah di Teknik Mesin Undip bukan Teknik Elektro, tetapi tidak menghambatnya dalam membuat banyak alat elektronika hasil rakitan sendiri dan memperbaiki banyak alat elektronika yang rusak. Kesemuanya yang merupakan penerima beastudi etos ini senantiasa mengasah keahlian dalam bidang yang ditekuninya setiap hari sampai sekarang.

Terakhir adalah tipe kelima adalah tipe mahasiswa ideal yang seimbang bahkan unggul dalam keempat bidang tersebut sekaligus (balanced and excellence student). Meraka adalah yang mempunyai prestasi akademik di atas rata-rata, luar biasa dalam organisasi, sukses secara ekonomi dan memiliki spesialisasi keahlian khusus pula. Tipe mahasiswa seperti ini memang cukup langka tapi bukan berarti tidak bisa. Hanya mahasiswa yang sangat disiplin, kerja keras dan mempunyai kemampuan manajerial aktivitas yang baiklah yang bisa memenuhi kualifikasi ini.

Pertanyaannya sekarang, Anda ingin menjadi tipe mahasiswa yang mana? Tentu saja hal ini tergantung pada seberapa keras usaha Anda untuk mewujudkannya.

7 tipe mahasiswa yang disukai dosen

Gambar

Salah satu cara untuk menjadi mahasiswa yang bahagia adalah memiliki hubungan yang akrab dengan dosen. Dosen adalah sosok penting di dunia kampus yang ikut andil dalam kesuksesanmu sebagai mahasiswa, percaya nggak percaya. Makanya, jadi mahasiswa jangan cuma dekat sama pacar, tapi juga dekat sama dosen. Asal jangan sampai bikin pacarmu cemburu aja.

Berikut ini adalah beberapa tipe mahasiswa yang disukai dosen. Kalian bisa coba menjadi pribadi-pribadi seperti mereka.

 

1. Mahasiswa yang memperhatikan kuliah dosennya

Dosen mana yang tidak suka pada mahasiswa yang memperhatikan waktu kuliah? Meskipun umumnya dosen itu cuek sama mahasiswanya, terserah mau belajar atau nggak, tapi beliau pasti sangat bersyukur kalau apa yang disampaikannya itu tidak menjadi percuma. Dosen itu suka dengan wajah-wajah mahasiswa yang memperhatikan, seperti pandangan fokus ke depan, wajah yang antusias, ekspresi mikir, atau yang sambil sibuk membuat catatan. Kadang seorang dosen sengaja membuat beberapa kesalahan untuk memancing reaksi mahasiswa lho. Nah, pastikan kamu yang bisa menemukan hal itu. Yang pasti dosen itu suka pada mahasiswa yang sadar bahwa waktu kuliah adalah waktu yang penting. Kamu respect pada dosen, dosen respect padamu.

 

2. Mahasiswa yang menjawab dan bertanya pada dosennya

Lebih dari sekadar memperhatikan, dosen juga mengharapkan ada partisipasi aktif mahasiswa di setiap kuliahnya. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dan mengajukan berbagai pertanyaan. Mungkin dosen akan sangat senang kalau sampai kewalahan menjawab berbagai pertanyaan dari mahasiswa karena itu menunjukkan kalau anak didiknya sangat aktif. Kalau di kelasmu sepi-sepi aja, pastikan suaramu terdengar setiap kuliah, baik untuk menjawab atau untuk bertanya. Kalau bisa, sampai kamu jadi andalan dosen untuk menjawab pertanyaan begitu tak ada yang bisa menjawab.

 

3. Mahasiswa yang selalu menyapa dosennya

Mungkin kalian bukan yang paling pintar di kelas. Mungkin kalian juga bukan yang paling rajin. Namun, kalian bisa jadi mahasiswa paling santun di mata dosen. Saat ini banyak mahasiswa yang fokus pada pengembangan dirinya, jadi agak tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Kalau di jalan ketemu dosen, mungkin biasa aja atau malah pura-pura tidak tahu. Nah, kalian bisa jadi sebagian kecil orang yang punya kesopanan ini. Pada awalnya, sapaan kalian mungkin akan lewat sambil lalu saja. Tapi semakin sering kalian menyapa dosen tersebut, lama-lama beliau akan ingat wajah kalian. Syukur-syukur kalian malah disapa dulu.

 

4. Mahasiswa yang nilainya sesuai ekspektasi dosennya

Mungkin kamu bukan tipe mahasiswa paling sosial di kampusmu. Kamu sering tidak percaya diri dan kemampuanmu untuk mengutarakan pendapat sering acakadul. Nah, kamu bisa buktikan kepada dosenmu kalau kamu benar-benar menerima ajaran beliau melalui nilai-nilaimu. Semakin baik nilaimu dibanding yang lain, maka semakin terlihatlah dirimu. Lebih dari itu, dosen akan sangat senang kalau nilaimu bisa konsisten berada di atas. Buat dosenmu penasaran, sampai akhirnya beliau mencari keberadaanmu di kelas.

5. Mahasiswa yang bisa berdiskusi dengan dosennya

Seorang dosen sudah cukup senang dengan mahasiswa yang aktif di kelas dan lebih senang lagi jika ada yang bisa diajak berdiskusi. Kalian mungkin saja termasuk orang yang memiliki pengetahuan seluas dosenmu ini. Jika begitu, jangan sembunyikan dirimu. Kalau ada beberapa hal yang kamu tidak sependapat, sampaikan. Luruskan pandangan kalian berdua sampai ada titik temu. Menemukan partner diskusi itu sama seperti menemukan teman bagi dosen.

 

6. Mahasiswa yang sadar waktu penting dosen

Kalau mahasiswa di kelasmu terkenal banyak yang suka telat, pastikan kamu bukan bagian dari mereka. Dosen itu sangat senang dengan mahasiswa yang tertib dan sadar akan pentingnya waktu. Begitu dosen masuk kelas dan mahasiswa di dalamnya ada sedikit, bisa jadi beliau akan memberikan perhatian khusus pada mahasiswa-mahasiswa yang sudah siap di dalam kelas. Nah, kamu mau kan? Kalau dosenmu termasuk tipe orang yang super sibuk sampai-sampai lupa jamnya kuliah, kamu bisa jadi orang yang mengingatkan beliau dengan menjemput beliau dari ruangannya.

7. Mahasiswa yang sadar akan penampilannya di mata dosen

Penampilan mungkin memiliki porsi paling sedikit untuk disukai dosen, tapi tetap saja hal ini punya porsi. Meskipun di kampus kamu boleh berpakaian gaya apa saja, tapi penampilanmu sebaiknya menunjukkan kalau kamu menghormati dosenmu. Pakai pakaian yang rapi, kemeja, bersepatu, atau office look sekalian biar beda daripada yang lain. Tata rambutmu dan pastikan kamu wangi. Meskipun kamu sadar bahwa kamu mahasiswa yang biasa saja, tapi paling tidak dosenmu berterima kasih dalam hati karena ada yang bisa enak untuk dilihat. Apalagi kalau kamu pinter, wah tambah joss aja deh disayang sama dosen.

Yang patut kalian ketahui, keberhasilan sabagaimana yang ditulis di atas itu tergantung dari karakter dosenmu. Tapi tidak ada yang salah kok untuk dicoba, karena itu akan membuat kalian menjadi mahasiswa sebagaimana mestinya kalau di kelas. Jangan pedulikan dengan pendapat teman-temanmu yang mengatai kalau kamu cari perhatian aja. Mereka cuma sirik karena keseringan dimarahi dosen.