8 Hal Sehari-hari yang Hanya Dimengerti Oleh Kamu Para Pecinta Kucing

My-Cute-Cat-cats-8432431-800-600

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang populer di masyarakat. Bagi yang emang suka, kucing akan menjadi teman di rumahnya. Mau jenis kampung maupun kucing breed mahal, mereka selalu bisa dapat perawatan dan naungan di rumah kita. Hidup sudah pasti terasa sepi kalau nggak ada mereka.

Banyak sekali pengalaman dan hal-hal yang bisa kamu dapat saat memelihara kucing. Dan hanya pencinta kucing sejati yang dapat memahami. Apa saja?

Continue reading

Advertisements

Teori Benua yang Pecah dan Peta Persebaran Species Kelomang Darat

Gambar

Alkisah, jutaan tahun lampau ada sebuah benua besar yang diberi nama “Pangaea“. Sebelum zaman es, kondisi kerak bumi masih labil. Lempeng-lempeng kerak bumi saling berbenturan dan akhirnya berpisah kembali.

Pangaea yang kemungkinan besar lokasi aslinya adalah Benua Afrika saat ini, konon “bubar jalan” menjadi 4 daratan, yaitu Amerika Selatan, Afrika sendiri, Anak Benua India (Indian Subcontinent) dan Australia. Afrika tetap berada di tempatnya, sementara Amerika Selatan bergeser ke barat, India ke arah timur laut, sementara Australia ke tenggara. Pergeseran ketiga pecahan Benua Purba Pangaea tersebut memakan waktu jutaan tahun hingga mencapai lokasi saat ini. Tentu saja selama pergeseran-pergeseran tersebut telah terjadi jutaan kali gempa bumi dahsyat maupun tsunami. Termasuk ketika India secara perlahan “membentur” Benua Asia – terbentuklah Pegunungan Himalaya ( penemuan sejumlah fosil hewan laut purba di sekitar Himalaya membuktikan bahwa wilayah yang sekarang merupakan Nepal, Bhutan, dan Tibet dahulu memiliki pantai ).

Asal Mula Kelomang Darat

Tidak jelas kapan kelomang laut berevolusi menjadi kelomang darat. Belum pernah ditemukan fosil “nenek moyang” kelomang darat, kecuali bekas jejak yang telah membatu. Saya berasumsi bahwa seluruh species kelomang darat lahir di Afrika. Berdasarkan kisah perpecahan Benua Pangaea bisa kita telusuri “perjalanan” persebaran & evolusi species-species kelomang darat yang ada saat ini. Boleh dikata, berdasarkan ciri-ciri fisik yang dapat kita amati pada species kelomang yang ada saat ini, diperkirakan terdapat 3 kelompok species yang menjadi “akar” pohon keluarga kelomang darat :

KELOMPOK I – kelompok species kelomang termuda yang berevolusi dari kelomang laut menjadi kelomang darat – kemungkinan besar hanya: Coenobita perlatus & C.variabilis

 

KELOMPOK II – kemungkinan besar berasal dari satu species kelomang laut yang sudah lebih dahulu menghuni daratan: Coenobita rugosusC.purpureusC.compressusC.pseudorugosusC.scaevola

 

KELOMPOK III – kelompok species kelomang darat yang diperkirakan sudah menghuni dan beradaptasi dengan daratan paling lama: Coenobita brevimanusC.cavipesC.clypeatus, C.rubescens, C.spinosus, dan Birgus latro. Kelompok species ini hidup cukup jauh dari laut dan relatif jarang memerlukan air laut, walaupun ketika bertelur larva mereka tetap harus berkembang di laut. Ketam kenari saya rasa merupakan species yang termuda – merupakan evolusi dari C.brevimanus.

Persebaran Kelomang Darat

Masing-masing species kelomang darat merupakan satwa yang sudah sejak dahulu tidak pernah saling bertukar DNA, sehingga mereka tidak bisa dikawinsilangkan. Berdasarkan kisah tentang perpecahan Benua Purba Pangaea, memang masuk akal bahwa di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik Selatan – yang terbentang dari Pantai Timur Afrika, hingga Pulau Paskah – terdapat 4 species utama yang dapat ditemukan, yaitu: Birgus latroCoenobita brevimanusCoenobita perlatus, dan Coenobita rugosus.C.rubescens ternyata memiliki kemiripan fisik dengan C.cavipes dan sampai saat ini merupakan satu-satunya species kelomang darat yang tercatat menghuni pantai barat ( Pantai Samudra Atlantik ). C.scaevola yang menghuni Pantai Laut Merah, Teluk Persia, dan Laut Arabia. Tidak jelas mengapa di Pantai Barat Afrika hanya terdapat 1 species kelomang darat, yaitu Coenobita rubescens.

Di Benua Amerika terdapat 2 species utama, yaitu C.clypeatus & C.compressusCoenobita clypeatus (Caribbean Purple Pincer) mempunyai ciri fisik yang mirip dengan C.brevimanus. Boleh jadi, mereka memang berasal dari satu “nenek moyang”. Barangkali, saat pecahan Pangaea yang saat ini menjadi Amerika Selatan masih berada tak jauh dari Afrika, sebagian besar larva Coenobita brevimanus ada yang berhasil “menyeberang” dan akhirnya beranak-pinak di pecahan benua tersebut. Namun Coenobita compressus diperkirakan merupakan keturunan C.rugosus. Saat ini, species C.compressus merupakan satu-satunya species yang menghuni Pantai Barat Amerika. Anehnya, kelomang jenis ini (Ecuadorian) memiliki ciri fisik yang sangat mirip dengan jenis Coenobita purpureus yang persebarannya meliputi Kepulauan Ryûkyû hingga Asia Tenggara. Masih misterius bagaimana 2 species yang terpisah oleh jarak sejauh 10 000 km bisa memiliki kemiripan ciri fisik ( walaupun warna eksoskeleton yang dominan berbeda ); sebab tak mungkin larva kelomang menyeberangi jarak yang sedemikian jauh. Terbukti di Kepulauan Hawai’i tidak terdapat satu pun species kelomang darat, padahal letaknya yang hanya berjarak sekitar 5000 km dari Mexico ( habitat C.compressus ) atau dari Polynesia ( yang dihuni oleh sekitar 6 species kelomang darat, termasuk ketam kenari ).

Kemungkinan besar, C.purpureus (Blueberry) merupakan keturunan jenis C.rugosus yang telah menghuni daratan Asia Tenggara. Semakin ke utara, mulai dari Kalimantan hingga Okinawa, populasi C.rugosussemakin sedikit, sementara jenis C.purpureus semakin banyak ditemukan.Pada tahun 2011, Félix J.Wáng berhasil mengidentifikasi keberadaan satu species baru di wilayah Kepulauan Nusantara, yaitu Coenobita pseudorugosus ( Nakasone,1988 ). Jenis kelomang ini memiliki perpaduan karakteristik antara kelomang Blueberry ( C.purpureus ) dan kelomang keriput ( C.rugosus ). Mereka biasa ditemukan bersama kelomang sunset ( Coenobita violascens ). Sebelumnya, species kelomang ini belum memiliki julukan atau nama yang umum digunakan dalam perdagangan atau di kalangan pehobi, sehingga Félix J.Wáng menciptakan julukan bagi species ini dalam bahasa Indonesia: “Kelomang Marmer/Kelomang Pualam“, atau dalam bahasa Inggris, “Marble land hermit crab“.

Coenobita perlatus (Strawberry) memiliki persebaran yang luas, dari Pantai Timur Afrika hingga Polynesia. Tidak jelas, mereka ini merupakan evolusi dari jenis kelomang laut apa. Kelomang strawberry memiliki “kerabat terdekat”, yaitu jenis C.variabilis (Aussie/Crazy Land Hermit Crab), yang wilayah persebarannya terbatas di Pantai Utara Australia hingga Kepulauan Pasifik Selatan. Semakin bertambah umur, C.perlatus cenderung hidup semakin menjauhi garis pantai.

Coenobita brevimanusC.clypeatusC.spinosus, dan Birgus latro, menghuni wilayah yang terbentang dari Pantai Timur Afrika hingga Kep.Polynesia. Mereka pun sering terlihat hidup dalam habitat yang sama ( hutan di dekat pantai – namun bisa mencapai jarak sekitar 3-4 km dari garis pantai ). C.cavipes hanya dapat ditemukan dari Pantai Timur Afrika hingga Kep.Ryûkyû, serta lokasi di beberapa tempat di wilayah Indonesia bagian timur. Di wilayah Kepulauan Pasifik justru sama sekali tak ditemukan species ini; justru jenis Coenobita spinosus yang berbulu lebat dapat ditemukan – mereka hidup bersama kelomangC.brevimanus dan ketam kenari. Coenobita rubescens yang menghuni Pantai Atlantik Benua Afrika kemungkinan juga memiliki hubungan dengan C.cavipes karena kemiripan fisiknya.

Yang tidak jelas / paling unik, karena tidak memiliki kemiripan fisik dengan species lain adalah jenisCoenobita violascens. Ketika masih kecil mereka berwarna oranye atau merah api, namun seiring dengan bertambahnya umur, warna eksoskeleton berubah menjadi ungu kebiruan atau coklat tua. Wilayah persebarannya pun terbatas, mulai dari Indonesia hingga Kep.Ryûkyû. Di bagian barat Indonesia ( terutama Sumatra ), jenis C.violascens dominan, sementara semakin ke arah timur, species ini semakin jarang ditemukan. Di Indonesia Bagian Tengah dan Philippina, pola warna C.violascens sangat beragam; ada yang mirip dengan pola warna C.violascens yang berasal dari Indonesia bagian barat, ditambah pola warna zebra sunset yang ditemukan oleh Félix J.Wáng. Species ini diperkirakan merupakan hasil evolusi salah satu species kelomang yang menghuni perairan payau di sekitar hutan bakau.