Kenapa Jika Terkena Air Liur Anjing Harus Dicuci Dengan Tanah?

Bagi Anda yang muslim akan terkejut manakala hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.

https://callmefadh.files.wordpress.com/2014/02/f8eff-dog-lick.jpg

Siapa bilang Sains adalah hipotesa yang sudah Sempurna?

sains

 

 

Kata Dewa19 :

“Kebenaran saat ini, bukanlah berarti kebenaran saat nanti, kebenaran bukanlah kenyataan”

Hanya krna teori ilmiah terbaik adalah yang sudah dirumuskan saat ini bukan berarti teori ini sudah lengkap ,sudah benar dan tuntas. Sihir, mistis dan sains tidak lebih dari teori pemikiran belaka, seperti bagaimana sains menggantikan sihir dan tahayul dengan memberikan pembuktian ilmiah, bisa aja di masa depan nanti Sains yang kita banggakan ini digantikan oleh hipotesis yang lebih sempurna 🙂 ,itu menurut saya , masa depan hanya Tuhan yang tau, kita sebagai makhluk yg diberi akal dan pikiran harusnya berpikir, apa itu? bagaimana ini bisa terjadi? bagaimana caranya? terkadang untuk menjawab masa depan kita harus menelaah kembali apa yang terekam dalam sejarah. Bagi yang mau berpikir pasti tau maksud saya 😀

Wallahu a’lam bish-shawabi

m

Apa itu ilmu Noetic? Gerbang Baru Ilmu Pengetahuan?

Apakah kita mampu menggerakan benda tanpa disentuh?

Adakah kehidupan setelah kematian?

Adakah jiwa? 

Untuk apa kita diciptakan di dunia ini?

Segelintir pertanyaan tersebut kerap kali membayangi kita sebagai makhluk hidup dalam menjalani kehidupan. Tidakkah terfikir ketika membicarakan masalah surga, neraka, kehidupan setelah kematian ataupun masalah jiwa,  maka akan cenderung terarah pada suatu alam yang sukar dijangkau???. Menurut sebagian orang pertanyaan-pertanyaan tersebut cukuplah dijawab dari segi spiritual, berbeda dengan sebagian besar cendikiawan dunia yang selalu mengobsesikan jawaban yang bisa dinalar oleh otak. Kemajuan ilmu dan tekhnologi berkembang pesat seiring bertambahnya umur bumi,demikian pula ilmu yang dibutuhkan manusia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sukar dijangkau.Noetic sciences (Ilmu Noetic) berlandaskan untuk menjembatani ilmu-ilmu kuno yang cenderung dikatakan sebagai shamanisme, mistis, dan sihir dengan ilmu modern yang berbasis pada variable-variabel yang terukur secara kuantitatif.Noetic sciences juga berangkat dari kenyataan bahwa manusia masih belum mampu memamfaatkan segala potensi dalam dirinya.

Sebenarnya Jika dipahami lebih jauh lagi gagasan dasar Noetic Science tidak jauh berbeda dengan beberapa kepercayaan dan tradisi kuno yang menyatakan bahwa kita semua dialam semesta adalah satu (medan energi), pikiran manusia merupakan energy dan memiliki massa, dimana massa memiliki gravitasi sehingga mampu mempengaruhi dunia fisik disekitar kita.

Bagi penggemar Dan Brown, pasti sudah memahami sekilas tentang Noetic Sciences terutama setelah membaca novel terbarunya the Lost Symbol. Lalu apakah sebenarnya Noetic Sciences, yang di dalam novel tersebut dikatakan sebagai ilmu yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan terbesar manusia seperti: Adakah kehidupan setelah kematian? Adakah jiwa? kemana kita setelah mati?

Kata “noetic” berasal dari kata Yunani “nous” yang dapat diartikan (meskipun tidak secara akurat) sebagai “kesadaran dalam” (inner knowing) ataupun “kesadaran intuitif”(intuitive consciousness) yang merupakan akses langsung terhadap pengetahuan yang melampaui indera normal dan logika pikir kita.

Noetic sciences menggunakan metode scientifik untuk menjelajahi “inner cosmos” atau kosmos di dalam pikiran manusia (kesadaran, jiwa dan spirit) dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan  “outer kosmos” yaitu dunia fisik diluar pikiran. Dengan kata lain, ilmu ini mempelajari bagaimana seseorang menjadi sadar akan pengalaman atau kemampuan (intuisi, komunikasi dengan arwah, energy healing, dll) yang nampaknya secara rasional tidak dapat dijelaskan.

Dengan demikian, noetic sciences bila dikembangkan akan mampu menjembatani ilmu-ilmu kuno yang cenderung dikatakan sebagai shamanisme, mistis dan sihir dengan ilmu modern yang berbasis pada variabel-variabel yang terukur secara kuantitatif.Noetic science juga berangkat dari kenyataan bahwa sebenarnya manusia belum memanfaatkan seluruh potensinya yang ada.  Berdasarkan hal itulah kemudian Edgar Mitchell (mantan astronot AS)dan Paul N. Temple (industrialis) mendirikan The Institute of Noetic Sciences (IONS) tahun 1973 untuk mendorong dan melakukan penelitian tentang potensi sesungguhnya manusia. Program-program dalam institut ini termasuk antara lain“extended human capacities”“integral health and healing” dan “emerging worldviews”. Dengan demikian, topik penelitian di institut ini pun tergolong unik seperti: meditasi, kesadaran, praktik penyembuhan alternatif, spiritualitas, potensi manusia, kemampuan cenayang dan mati suri.

Pada dasarnya Noetic Science itu adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang penyelidikan/riset/pembahasan/rasionalisasi dari hal-hal yg bersifat mistik/gaib/divine (keagamaan).
Misalnya saja, masalah indera ke-6, intuisi, stigmata, mimpi pembawa pesan (yg kemudian benar terjadi), firasat, dll… yang tampaknya tidak rasional namun banyak yg mengklaim memang ada (dengan bukti-bukti yg sangat terbatas). Jadi dalam Noetic Science ini manusia berusaha menemukan rasionalisme dalam kejadian2 seperti itu, mengapa hal seperti itu bisa terjadi. Bisa dibilang Noetic Science adalah jembatan fisika dan psikologi antara ilmu pengetahuan logis (“Hard” Science) dan Mistis/Gaib. Maka dari itu Noetic Science sangat erat hubungannya dengan metafisika dan sugesti psikologi.

Prof. Yohanes Surya dalam konsepnya; Mestakung, seMesta menduKung, telah melahirkan banyak fisikawan muda dalam asuhannya. Sebuah konsep yang beliau nyatakan sebagai keadaan atau peristiwa dimana alam semesta benar-benar menunjukkan kekuatannya tanpa campur tangan kita, semua berjalan begitu saja dengan aturan-aturan Fisika. Sebagai contoh, segenggam pasir terdiri dari sebutir pasir yang memiliki massa dan gaya tarik antar sesamanya. Jika kita jatuhkan dari genggaman kita maka akan membentuk sebuah gundukan kecil gunung pasir. Apabila secara konstan kita tambah terus volume pasir yang kita jatuhkan maka dengan sendirinya butiran-butiran pasir tersebut membentuk sudut yang selalu sama untuk membuat sebuah gundukan gunung pasir. Mereka memposisikan diri mereka sendiri. Itulah ketentuan-ketentuan Fisika.

Sejak zaman dahulu kala,, manusia telah mendayagunakan segala kemampuan otaknya untuk memahami alam semesta. Tapi ternyata, kita punya keterbatasan dalam kemampuan ini. Kemampuan untuk memahami hukum-hukum yang berlaku di alam dan memprediksi peristiwa apa yang akan terjadi dengan hukum-hukum tersebut. Semua itu, adalah dalam tahap untuk “memahami pikiran Tuhan”. Cukup merasa aneh dengan kata-kata Mr. E tersebut. Tapi jika kita lihat dari percobaan mengenai gaya, perpindahan, masa, kecepatan dan percepatan yang dikembangkan oleh generasi Newtonian sangat mungkin kita bisa memprediksi jarak yang ditempuh oleh suatu benda jika berjalan dalam selang waktu tertentu dan dengan kecepatan tertentu.
Ke semua hal yang diuraikan di atas dalam konsep kita dikenal dengan: Sunnatullah. Ketentuan-ketentuan Allah, hukum-hukum Allah, ilmu-ilmu Allah, yang jika semua pohon-pohon di hutan seluruh dunia dijadikan penanya dan air laut dari seluruh samudera dijadikan tintanya, niscaya tidaklah cukup. Baik itu ilmu yang telah diungkapkan oleh kemampuan manusia. Maupun ilmu-ilmu yang masih dalam ranah niskala dan terkesan sangat esoteris.
*
Manusia, dalam kondisi tertekan dan memfokuskan diri untuk menyerahkan dirinya kepada sesuatu Zat Yang Maha, ternyata bisa membawa perubahan bagi manusia itu sendiri dan perilaku lingkungan terhadap individu tersebut. Seolah, energi dari alam semesta mendukungnya.

Dahulu, saat-saat saya berada pada tingkat 3 Sekolah Menengah Atas, saya harus menentukan masa depan saya. Saat itu, dengan idealisme tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, sebenarnya saya menginginkan untuk melanjutkan pembelajaran tentang sains pada sebuah universitas negeri terkemuka di negeri ini. Akan tetapi, di lain pihak, saya harus realistis dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga yang memang dirasa tidak mampu jika harus membiayai semua jenjang pendidikan sampai saya lulus. Di situlah, lantas, saya bersimpuh di masjid sekolahan setelah shubuh saat ada kesempatan menginap di masjid sekolah yang memang dulu sering dilakukan. Pada kesempatan itu, benar-benar saya menyerahkan diri saya kepada Zat yang saya yakini adalah Pencipta Segala. Supreme Being. Yang telah menjadikan semua ada dan Penentu Segala Perkara. Kemudian saya berkeyakinan, bahwa apapun yang saya tentukan, jika diawali dengan pemikiran positif, niscaya akan diberikan jalan oleh-Nya.

Lebih jauh lagi sebenarnya gagasan dasar noetic sciences tidak jauh berbeda dengan beberapa kepercayaan dan tradisi kuno yang menyatakan bahwa kita semua di alam semesta adalah satu (medan energi), pikiran manusia merupakan energi dan memiliki massa, massa memiliki gravitasi sehingga mampu mempengaruhi dunia fisik disekitar kita. Pemikiran ini tampaknya tidak jauh berbeda dari film dokumenter “the Secret” yang sempat populer beberapa tahun lalu karena secara mengejutkan memaparkan tentang kekuatan pikiran manusia.

Bagi sebagian orang, keyakinan yang mereka yakini bukanlah seperti yang saya yakini. Mungkin, mereka yakin terhadap manifestasi tiga wujud dalam satu Zat, kemudian keyakinan terhadap benda atau kesadaran kosmik, bahkan keyakinan terhadap sesuatu yang Maha, tapi tidak bernama, tak terkecuali orang yang tidak percaya akan adanya Zat Yang Maha. Mereka tetap mempunyai keyakinan. Baik itu terhadap ilmu pengetahua, hukum-hukum alam, atau dirinya sendiri.
**
Semoga kita tetap berada dalam keyakinan kita dan senantiasa meyakini keyakinan yang benar.

http://www.noetic.org/research.cfm

http://en.wikipedia.org/wiki/Institute_of_Noetic_Sciences

Bacaan:

The Lost Symbol by Dan Brown

5 Hewan Bawah Air Ini Memiliki Kemampuan Luar Biasa!

Manusia memiliki banyak bakat. Ada yang bisa sulap, ada yang berbakat dalam seni, dan lain sebagainya. Sering kali bakat yang ada dalam diri manusia bisa menarik perhatian manusia lainnya.

Apalagi kalau hewan yang punya bakat. Ya nggak? Ada beberapa hewan yang memiliki kemampuan. Misalnya saja lumba-lumba dengan bakat menghitungnya.

Nah dilansir dari listverse.com, kali ini saya akan membahas beberapa hewan air yang memiliki kemampuan luar biasa. Mungkin Anda sendiri pun belum tahu. Penasaran?

Siput laut memiliki kemampuan ber-fotosintesa layaknya tumbuhan. Kemampuan fenomenal ini belum pernah ditemukan pada hewan lainnya. Siput laut yang unik ini digadang-gadang sering ‘mencuri’ kloropas milik tumbuhan laut.

Kloroplas yang ‘dicuri’ ini lalu digabungkan dalam sel tubuhnya sendiri. Oleh sebab itu, siput laut ini memiliki warna hijau yang indah. Karena sifatnya yang seperti tumbuhan, para siput laut kerap dijuluki ‘daun merangkak’.

Seperti yang Anda tahu, planaria adalah jenis cacing pipih yang hidup di air. Cacing yang satu ini cukup ajaib Ladies. Spesien mereka seakan tak pernah mati dan bisa tumbuh kembali.

Para ilmuwan mencoba untuk memotong kepala mereka. Ajaibnya, beberapa hari kemudian mereka melakukan regenerasi. Cacing planaria tidak mati meski sudah dipotong kepalanya, malahan kepala baru tumbuh hanya dalam 2 minggu.

Hampir sama seperti planaria, teripang mampu ‘tumbuh’ kembali. Hal ini ia lakukan untuk melindungi diri dari para predator.

Selain dapat menumbuhkan dirinya kembali, ada satu hal unik lagi yang dimiliki oleh teripang. Hewan yang dikenal dengan nama timun laut ini pun bisa ‘memuntahkan prgan tubuhnya’ dirinya. Jadi, saat dicengkeram oleh predator, ia akan melepas sel-sel tubuh secara bersamaan dan membiarkan tubuh mereka mengalir ke tempat lain yang dirasa aman. Wih, uniknya..

Apakah Anda pernah mendengar tentang mudskipper atau gelodok? Ya, hewan yang satu ini berasal dari keluarga ikan. Namun, ada satu hal yang membedakan ia dari ikan yang lain.

Mudskipper bisa memanjat pohon! Wow. Ikan unik ini digadang-gadang menghabiskan sebagian hidupnya keluar dari air. Mereka hidup di daerah yang banyak ditumbuhi pohon-pohon bakau. Ikan ini menggunakan sirip perut dan semacam cangkir hisap supaya bisa melekat di cabang pohon.

Spesies kepiting yang satu ini lain dari yang lain. Spesies mereka dikenal dengan nama kepiting teddy bear. Kenapa? Karena kepiting spesies ini memiliki krustasea kecil yang tertutup bulu putih yang lebat.

Uniknya lagi, si kepiting lucu ini memiliki senjata lho. Ia hanya mampu menyerang mangsa dari sudut kanan. Bukan menyerang langsung pada mangsa, tapi mereka ‘mencuri’ makanan dari mangsanya. Dengan capitnya, spesies ini seakan ‘merogoh’ sistem pencernaan incarannya untuk mengambil makanan di sana.

Menghitung Umur Semesta

Ada yang mencoba, menghitung Umur Semesta…

Namun, bukan melalui penelitian selama bertahun-tahun…
Akan tetapi, hanya cukup dengan beberapa ayat di dalam Al Qur’an…

Hasilnya !
Umur Semesta diperoleh angka 18,26 milyar tahun

Kok bisa secanggih itu ya?

Terus bagaimana angka  18,26 milyar, bisa diperoleh ?

(1). Berdasarkan informasi Al Qur’an, keberadaan alam dunia tidak lebih dari 1 hari. Ini termuat dalam QS. Thaha ayat 104.

“Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, ‘Kami tinggal (di dunia) tidak lebih dari sehari saja.’.”

(2). Sehari langit sama artinya dengan 1.000 tahun perhitungan manusia. Dijelaskan dalam QS. Al Hajj ayat 47.

“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar adzab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

(3). Sehari kadarnya 50.000 tahun yang termuat dalam QS. Ma’arij ayat 4.

“Para malaikat dan Jibril naik, (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”

Bila 1 tahun manusia adalah 365,2422 hari, maka sehari langit diperoleh:

365,2422 x 50.000 x 1.000 x 1 diperoleh 18,26 milyar tahun.

Wah, ini perhitungan matematika yang sangat canggih!

Ternyata paparan itu dibuktikan oleh pendapat Moh. Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything. Dia menyatakan kalau umur alam semesta itu 17—20 milyar tahun. Sementara, Profesor Jean Claude Batelere bilang kalau umur semesta itu kisarannya ada di 18 milyar tahun. Terus ditambah dengan teori NASA yang mengeluarkan data umur semesta itu ada di kisaran 12—18 milyar tahun.

Para ilmuwan dengan segala peralatan canggihnya dan ilmu ’tingginya’ berusaha menguak berapa umur semesta, ternyata sebenarnya di dalam Al Qur’an sudah tertera dengan begitu jelasnya tentang misteri itu.

Apakah anda percaya… dengan semua perhitungan di atas ?

boleh yakin… boleh juga tidak…