Dinding Manusia

Aku percaya bahwa setiap orang memiliki batas dari orang lain. Membangun tembok yang berbeda tingginya. Menyembunyikan dirinya-masa lalunya-rahasianya, apapun itu yang membuat tidak ingin orang lain masuk ke dalam hidupnya.

Dinding yang dia jaga, dia pertahankan, kadang tergoda untuk merubuhkannya sendiri, kadang orang lain berusaha menghancurkannya. Tapi sampai hari ini, dinding batas itu masih tetap berdiri. Meski lubang sana sini, meski pada satu sisinya telah hancur.

Ada orang yang pernah menembusnya, lantas meninggalkan. Kini, dinding batas itu sedang dia perbaiki semakin kuat. Tidak lagi percaya kepada orang lain, takut memberikan kepercayaan.

Aku hanya bertanya-tanya, sampai kapan dinding batas itu akan berdiri? Bila ada orang yang mampu menembuskan, bagaimana sikapnya, bagaimana perasaannya. Takut atau justu bahagia karena telah menemukan orang yang dirasa tepat?

Setiap orang memiliki batas dari orang lain. Batas yang sama sekali tidak orang lain tahu seberapa tingginya. Bila pada suatu hari ada seseorang yang ia ijinkan masuk, aku hanya bertanya-tanya. Mengapa ia bisa mengijinkannya sementara tidak untuk orang lain?

Aku pun memiliki batas, memiliki dinding yang aku jaga rahasianya. Aku hanya mengijinkan orang lain mengenalku pada batas-batas tertentu dan tidak pernah lebih dari itu. Aku hanya sedang bertanya-tanya, bagaimana bila dinding yang aku bangun itu hancur pada suatu hari. Bagaimana bila ada seseorang yang mampu melampaui batasnya. Entah dengan seijinku atau dengan caranya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s