Mengenal Lebih Dalam Berbagai Jenis Suku Batak dan Budayanya

suku-batak

Suku Batak merupakan salah satu suku bangsa Indonesia yang terletak di Sumatera Utara. Nama Batak merupakan sebuah tema kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur. Suku bangsa yang dikategorikan ke dalam suku Batak yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.

Continue reading

Advertisements

Misteri Letusan Gunung Toba, satu-satunya Supervolcano di Indonesia

Gunung Toba adalah gunung api raksasa (super volcano) yaitu gunung aktif dalam kategori sangat besar, diperkirakan meletus terakhir sekitar 74.000 tahun lalu.

Letusan Gunung Tambora jika dibandingkan dengan letusan maha dahsyat Gunung Toba ini, maka Gunung Tambora tidaklah ada apa-apanya. Apalagi jika dibandingkan dengan letusan Gunung Kratakau yang kalah jauh dengan Gunung Tambora.

dwarfed-2

Continue reading

Makhluk Misterius Pemakan Ternak di Banyuwangi

Postingan yang satu ini tentang kemunculan makhluk misterius di Banyuwangi yang menyerang hewan ternak. Mungkin sebagian dari kalian akan langsung teringat dengan sosok El Chupacabra yang misterius. Seperti apa kisahnya? Check it out.

Saya mengetahui berita ini pertama kali dari Jawapos. Tapi yang saya baca adalah edisi kedua dari berita tersebut (26/9/2013). Diberitakan bahwa sebuah kecamatan di Banyuwangi, Kecamatan Licin, tengah diserang oleh makhluk yang memakan ternak-ternak mereka. Jenis ternak yang di makan oleh makhluk tersebut adalah kambing. Dua warga Kecamatan Licin di Dusun Kebundadap, Desa Tamansari selasa malam lalu tengah mengalami peristiwa yang tidak biasa dalam hidupnya. Adalah Bu Sai yang telah berusia 75 tahun, yang pada pukul 17.30 mendengar kambingnya mengembik  cukup keras. Bu Sai saat itu meminta menantunya, Bu Totok, untuk melihat apa yang terjadi di kandang kambing miliknya. Disinilah mereka berdua melihat sosok makhluk tersebut yang telah berhasil membuat mereka pingsan setelah melihatnya.

“Postur tubuhnya seperti manusia. Namun badannya berbulu lebat seperti kera,” kata kepala dusun.
Bu Sai dan Bu Totok mengaku melihat binatang aneh tersebut menggigit leher kambing yang dia pelihara. Lokasinya ada di kandang belakang dapur rumahnya. Kambingnya selamat karena makhluk pemangsa tersebut sudah lari terlebih dahulu karena tepergok oleh dua saksi tersebut.
Ratusan warga kemudian mengejar makhluk yang sudah meresahkan mereka. Namun hasilnya nihil. Para warga kemudian berinisiatif untuk melakukan ronda malam pada hari itu juga. Berharap mendapatkan apa yang mereka cari. Tapi makhluk itu, lagi-lagi tidak menampakkan diri.
Cukup menarik bukan? Postur seperti manusia namun berbulu lebat. Benar-benar makhluk yang kita bayangkan saja sudah fenomenal.
Lalu saya mencari koran Jawapos saya edisi sehari sebelumnya. Judul artikel tersebut adalah: “Anjing Liar Serang 26 Kambing”. Berikut adalah artikelnya:
Berdasarkan artikel diatas, menurut kesaksian seorang warga yang bernama Lutfi, para warga bersama muspika (saya tidak tahu apa itu muspika) sempat bertemu kawanan anjing liar itu. Tapi saat akan di tembak anjing tersebut menghilang.
Pada paragraf terakhir dari berita tersebut, dikatakan bahwa Warga Desa Segobang Banyuwangi pernah melihat orang menurunkan beberapa anjing dari pikap tertutup.
Nah, kali ini kita mendapati sosok anjing yang benar-benar anjing karena kesaksian Lutfi, yang tidak mengindikasikan sesuatu yang aneh seperti kesaksian sebelumnya : sosok seperti manusia yang penuh bulu dan memakan kambing.
Tapi ternyata, ada satu hal yang unik dari artikel tersebut pada pargafraf enam yang masih merupakan kesaksian Lutfi:  “Padahal kandangnya sudah cukup tinggi tapi masih bisa dijangkau.”
Sekarang kita mendapati anjing yang bisa menjangkau tempat yang tinggi. Walaupun kita tidak tahu setinggi apa kandangnya, tapi cukup aneh juga ada anjing yang bisa melompat tinggi (dengan asumsi adalah anjing liar bukan anjing terlatih). Adapun yang bisa melompat sangat tinggi, tapi itupun hanya ada di dalam kontes-kontes anjing seperti yang dijelaskan di sini.
Kesimpulan sementara, sebelum dua saksi melihat penampakkan seperti manusia, para warga menyakini bahwa wujud makhluk penyerang ternak tersebut adalah anjing. Dan pada berita Jawapos hari ini, kita mendapati sosok yang berwujud mirip manusia tengah memakan kambing. Makhluk yang penuh bulu lebih tepatnya.
Berkut adalah  berita dari detikNews (10/09/2013) yang saya copas.
Banyuwangi – Aroma misteri pun menyelimuti penyebab kematian tiga ekor kambingmilik warga di Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Dugaan pun mengarah ke Baong atau anjing siluman. Polisi juga menaruh perhatian terhadap kasus itu.
Aroma misteri pun menyelimuti penyebab kematian tiga ekor kambing milik warga lingkungan Sutri Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Dugaan pun mengarah ke Baong atau anjing jadi-jadian sebagai penyebab.
Warga menduga pelaku serangan terhadap hewan ternak milik Kusairi (38) ini ulah anjing siluman. Warga setempat menyebutnya dengan istilah Baong.
Malam hari sebelum kejadian itu diketahui, beberapa warga sekitar lokasi kejadian mendengar lolongan mirip suara anjing yang berlangsung sepanjang malam.
Paginya,3 kambing itu ditemukan mati dengan kondisi luka sobek sepanjang 30 centimeter diperutnya. Dan organ dalamnya hilang.Tak ada ceceran darah di kandang tersebut.
“Tetangga tengah malam itu dengar lolongan anjing terus menerus,” ujar Kusairi saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (10/9/2013).
Informasi menyebutkan, kejadian yang sama juga terjadi di kampung pesisir dan kampung Gareng, Kelurahan Sobo, serta di lingkungan Pakis Kelurahan Pakis.
Dari tiga titik kejadian itu, sebanyak 27 kambing menjadi korbannya. Jika ditotal, kurun waktu sepekan ini sudah 30 ekor kambing yang mati secara misterius.
Hal menarik juga saya dapatkan dari Tempo.co dengan artikel yang berjudul  Hewan Misterius Serang 21 Kambing Warga Kota Batu:  Adapun Mujiono baru mengetahui kambingnya mati pada pagi hari ketika akan memberi pakan. “Bangkainya menumpuk jadi satu. Darah hanya ada di sekitar luka. Tidak ada yang tercecer di lantai,” ucapnya.
Adapun serangan anjing liar juga terdapat di daerah yang berbeda pada bulan Februari 2013 yang termuat dalam epaper suaramerdeka.com. Pada berita tersebut ternak-ternaknya memang diserang anjing terbukti dengan di temukannya jejak kaki anjing. Pembaca juga bisa membaca epaper tersebut di sini
Saya kemudian searching lebih jauh di internet dan mendapati hasil yang unik. Ternyata, penyerangan anjing-anjing misterius tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2011 di Banyuwangi. Contohnya berita dari detikNews dibawah ini:
Anjing Misterius Serang Ternak Warga Banyuwangi
Irul Hamdani – detikNews
Banyuwangi – Lagi-lagi anjing misterius menyerang ternak warga di Dusun Kampung Baru Desa Jajag Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Teror itu berlangsung sepekan lebih dan membuat warga setempat resah.
Lima ekor ayam dilaporkan menjadi korbannya. Semua bangkai ayam ditemukan dalam kondisi yang dianggap janggal. Yakni, jeroannya hilang dan darahnya seolah habis disesep.
Kejadian ini sebenarnya bukan yang kali pertama ada. Beberapa bulan yang lalu ditahun 2011 kejadian serupa juga terjadi. Anjing yang diduga jadi-jadian itu kembali menampakan diri beberapa hari terakhir lalu.
Awalnya anjing hanya terlihat berslieweran saja. Tiga hari selanjutnya mulai berulah dengan menyerang ayam warga. Menariknya, kejadian ini terulang dilingkungan yang sama.
“Anjingnya seperti hafal wilayah sini,” ujar Faisol, warga setempat, kepada detiksurabaya.com, Senin (16/1/2012).
Tak ingin jumlah korban bertambah, warga berupaya melakukan ronda malam. Namun menariknya lagi, anjing yang dijuluki “grandong” itu justru seolah mengerti dengan situasi.
Grandong tak lagi menampakkan diri. Meski begitu warga tak mau kecolongan lagi. Warga membuat jebakan dari seutas tali plastik. Jerat itu dipasang saat malam hari di sekitaran kandang ayam.
“Bila tidak ronda kita pasang jebakan,” jelas Marli, warga lainnya.
Masih seperti sebelumnya, warga menduga bila anjing misterius itu adalah praktek ilmu hitam. Tujuannya tak lain untuk pesugihan dengan cara yang tak lazim. Warga berjanji, bila anjing tertangkap akan dipamerkan ke khalayak,
“Pelakunya biar malu,” tambah Marli.
Berikut adalah tiga foto yang diambil oleh detikNews pada tahun 2011. Anda bisa melihat foto-foto tersebut disini.
Jadi kurus kering.
Perhatikan lubang bekas gigitannya. Ada dua. Menurut saya, dua lubang itu karena gigi taring. Dan sepertinya bukan gigi taring yang biasa karena lebih besar daripada tangan manusia yang disamping kiri.
Domba yang selamat tapi penuh luka. Dugaan saya, cairan kuning di sekitar tubuh domba itu betadine.
Well, darahnya dihisap, jeroannya diambil. Dari ayam ke kambing. Makhluk apa gerangan yang tidak memakan daging tapi justru menghisap darah dan mengambil jeroan?
Mari kita buat beberapa catatan penting dari kasus ini.
  1. Makhluk misterius tersebut berwujud anjing menurut kesaksian Lutfi bersama warga sekitar (Banyuwangi). Mujiono juga mengatakan hal serupa. Dia menguatkan dengan ditemukannya jejak kaki anjing pada satu kejadian di Kota Batu menurut Mujiono.
  2. Makhluk penyerang tidak menimbulkan suara gaduh pada kasus Mujiono dan 14 kambingnya yang mati berkumpul di satu tempat.
  3. Sama seperti kasus Mujiono di Kota Batu, warga di Banyuwangi tidak mendapati ceceran darah namun bedanya dengan kasus Mujiono, warga di Banyuwangi mendengar lolongan anjing sebelum penyerangan.
  4. Yang diambil adalah jeroan dan darah. Umumnya memangsa hewan ternak.
  5. Makhluk tersebut hafal kapan warga lengah dan kapan warga bersiaga.
  6. Warga Banyuwangi menyebutnya Baung adapaula yang menyebutnya Grandong. Bahkan dua saksi mata melihat penampakkan seperti sosok manusia berbulu lebat memakan kambing.
  7. Pada kasus Banyuwangi, makhluk tersebut bisa menggapai tempat yang cukup tinggi menurut keterangan Lutfi.
  8. Terakhir, warga di Banyuwangi kini tidak percaya bahwa ternak mati karena serangan anjing. Mereka percaya bahwa ini adalah perbuatan orang yang mencari pesugihan (artikel pertama yang saya scan).

Well, guys, menurut kalian, makhluk apakah itu?

Saya akan buat perbandingan dari informasi tentang El Cuphacabra dari Blog Misteri Enigma. Berikut adalah informasi yang saya dapatkan dari blog tersebut:
  1. Pada tahun 1975 terjadi kematian ternak di kota kecil Moca. Makhluk pembunuh tersebut disebut El Vampiro de Moca. Vampir dari Moca.
  2. Puerto Rico, Maret 1995. Terdapat laporan dimana  delapan ekor domba ditemukan tewas dengan 3 luka tusuk di dada masing-masing. Semua ternak tersebut juga ditemukan dalam kondisi darah yang telah habis.
  3. Pembunuhan-pembunuhan terhadap ternak ini awalnya dicurigai dilakukan oleh para pemuja setan. Namun pembunuhan-pembunuhan terus terjadi di seluruh Puerto rico dan menyebar ke Republik Dominika, Argentina, Bolivia, Chile, Peru, Panama, Amerika serikat hingga Mexico. Ini menunjukkan bahwa pelakunya bukan para pemuja setan.
  4. Pada tulisan blog enigma yang lain mengenai Chupacabra, seorang yang bernama Redford telah menyelidiki seorang yang bernama Tolentino. Berdasarkan kesaksian Tolentino lah deskripsi Chupcabra yang mirip saya pikir lebih mirip alien daripada anjing, menjadi sangat terkenal. Usut punya usut, ternyata Tolentino sebelumnya telah menyaksikan film yang berjudul Species. Sebuah film sci-fi yang mengisahkan alien wanita yang mampu berubah menjadi wanita cantik dan alien yang berwajah sangat menyeramkan. Disinilah Enigma menyebut kesaksian Tolentino adalah memori yang tertinggal. Silahkan baca ulasan tersebut disini.
  5. Hampir sebagian besar informasi yang dihimpun oleh Enigma mempunyai kesamaan bahwa mereka yang diduga Chupacabra adalah sosok hewan dengan empat kaki, berkepala dan berwujud seperti anjing dan tidak berbulu. Dan pada peristiwa-peristiwa terdahulu, fenomena ini terjadi di beberapa tempat di benua Amerika
Kesamaan dari kasus di Banyuwangi dan beberapa tempat di Indonesia dengan informasi yang telah dihimpun oleh blog Enigma adalah, makhluk tersebut mirip anjing. Kesamaan yang kedua, kasus terjadi di beberapa tempat dengan rata-rata hewan ternak dihisap darahnya. Dan yang ketiga, sama-sama dianggap sebagai kasus yang melihatkan metafisik. Walaupun pada tulisannya, penulis blog Enigma tidak sepakat bahwa kasus tersebut berbau metafisik.
Sedangkan perbedaanya adalah makhluk penyerang hewan ternak di Banyuwangi terkadang berbentuk anjing, terkadang berwujud seperti manusia yang penuh bulu. Namun saya tidak sepakat bahwa Bu Sai dan Bu Totok mengalami “memori yang tertinggal” seperti yang dialami Tolentino. Karena saksinya ada dua orang. Dan perbedaan yang kedua, tidak terdapat saksi mata yang mengatakan telah melihat makhluk menyerupai anjing tapi TIDAK berbulu alias terkena kurap.
Untuk saya pribadi, kasus ini masih menjadi teka-teki karena beberapa hal:
  1. Tidak ada catatan pada tahun-tahun dulu (sebelum 1990 atau sekitaran 2000an) di Indonesia ada kejadian seperti ini. Berbeda dengan ilmu santet yang dari dulu sudah ada dan sudah kita dengar sejak lama.
  2. Ada perbedaan deskripsi antara anjing maupun makhluk yang mirip manusia.
  3. Yang jelas, makhluk tersebut hafal suasana area dan tahu betul kapan warga waspada maupun lengah. Seolah makhluk ini bisa berpikir dan tidak mudah terpancing. Seolah sangat cerdas daripada sekedar hewan.
  4. Siapa yang membuang anjing-anjing dengan sebuah pikap tertutup? Dan dimana anjing-anjing itu sekarang? Apakah dia bisa melompati kandang yang cukup tinggi?
Benar-benar sebuah misteri yang menarik untuk diteliti. Ketika saya membaca tulisan di blog Enigma mengenai dugaan bahwa El Chupacabra dilakukan oleh penyembah setan, saya jadi ingat setelah nonton Conjuring dimana Bathseba melakukan gantung diri untuk menyerahkan dirinya pada setan. Seorang kerabat saya pernah bercerita bahwa di sebuah Gunung di pulau Jawa ini (saya rahasiakan nama gunungnya) ibunya pernah melihat sosok manusia yang digantung terbalik dan jumlahnya banyak. Sosok tersebut terlihat menangis sesenggukan. salah satu penduduk gunung tersebut berkata pada ibu kerabat saya kalau sosok-sosok itu adalah manusia yang menyerahkan dirinya pada setan supaya mendapatkan kekayaan. Rupanya caranya hampir sama seperti yang diceritakan di Conjuring. Tapi abaikan saja tulisan saya di paragraf ini. Karena metafisik sangat susah di jelaskan dan sulit untuk di buktikan.
Yang jelas, kasus penyerangan ternak di Banyuwangi dan beberapa kota lainnya sangat menarik untuk di selidiki lebih lanjut.
sumber: sudah saya sebutkan di atas dengan mencantumkan link.